batampos.co.id – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, menyebutkan, tidak ada anggaran pembangunan pasar induk di APBD Kota Batam tahun 2021.

Pasalnya, anggaran pembangunan pasar itu berasal dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

”Pasar itu anggarannya dari pusat melalui APBN, cuma diserahkan ke daerah untuk pelaksanaannya,” ujarnya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Menurutnya, Kemendag sudah menyetujui anggaran sebesar Rp 200 miliar. Dalam Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun, pasar induk nantinya menjadi pasar modern dengan fasilitas lengkap sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pasar Induk, Jodoh. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

”Coba saja langsung ke Disperindag,” katanya.

Seperti diketahui, pembangunan Pasar Induk Jodoh memang tertunda sejak beberapa tahun terakhir.

Padahal, keberadaan Pasar Induk Jodoh dinilai sangat penting untuk menjaga kestabilan harga pangan di Kota Batam.

Perannya sangat penting karena dapat mengontrol harga komoditas pangan utama yang harganya kerap melonjak.

Pasar ini nanti juga akan mengakomodir para pedagang yang kini tersebar di sekitar kawasan itu.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan, setelah pasar tersebut dibangun kembali, para pedagang yang semula sudah didata, akan kembali berjualan di pasar ini.

Tidak hanya pedagang pasar induk, pasar ini akan diisi eks Pedagang Kaki Lima (PK5) dari Jodoh Boulevard hingga sekitar Pasar Tos 3000.

”Kami data, semuanya ada 1.808 pedagang. Kalau nama sejak awal ada, pasti akan masuk, di luar yang kami data tidak ada penambahan,” terangnya lagi.(jpg)