batampos.co.id – Kondisi Pasar Induk Jodoh Batam pasca ditertibkan Tim Terpadu beberapa waktu lalu, kian memprihatinkan.

Meski sudah dipagar, ternyata masih banyak yang mendiami bangunan kosong tersebut.

Rencana revitalisasi Pasar Induk Jodoh tahun 2019 lalu batal karena belum adanya anggaran dari pemerintah pusat.


Dimana, anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi pasar induk itu lebih dari Rp 260 miliar.

Padahal, keberadaan pasar ini dinilai sangat penting karena dapat mengendalikan harga kebutuhan bahan pokok di bawah supervisi pemerintah daerah.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengaku, revitalisasi Pasar Induk Jodoh sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Pasar Induk Jodoh. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Namun, pelaksanaannya tertunda karena adanya wabah covid-19.

”Revitalisasi jadi, karena memang sudah direncanakan, bahkan untuk pembangunan, anggaran sudah diajukan ke pemerintah pusat,” kata Gustian, Minggu (24/1/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Saat ini, pihaknya akan melakukan lelang untuk pembongkaran bangunan pasar Induk tersebut.

Rencananya, lelang akan dilakukan pertengahan Februari mendatang.

”Ini sedang persiapan lelang, mudah-mudahan akhir Februari lelang untuk pembongkaran pasar itu sudah selesai.” jelasnya.

Jika pemenang lelang sudah didapat, tidak menutup kemungkinan awal Maret pembongkaran akan dilakukan. Seluruh bangunan yang ada di lokasi, akan diratakan.

”Itu bangunan akan dibongkar semua, jadi pembangunan dimulai dari awal,” ujar Gustian.

Disinggung terkait masih adanya pihak yang menggunakan bangunan pasar tersebut, ditegaskan Gustian, pihaknya tak akan memberi dispensasi lagi.

Sebab, beberapa waktu lalu sudah ditertibkan dan dipagar.

”Tak dispensasi lagi, sebab bangunan itu sudah dipagar. Akan langsung dibongkar nantinya,” tegas Gustian.(jpg)