batampso.co.id – Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan sejumlah rencana yang akan diluncurkan setelah dana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) turun, Februari nanti.

Di antaranya, pembenahan program fisik dan penyiapan komoditas bahan pangan berupa lahan pertanian.

”(Program fisik) salah satunya, Simpang Basecamp akan diperbaki. Akhir Maret, dikerjakan setelah lelang detail enggineering design (DED)dan lelang fisik,” katanya,
Sabtu (23/1) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Selain itu, Pemko Batam juga akan meluncurkan dana Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK).

Ilustrasi

Dana tersebut berjumlah Rp 1,7 miliar per kelurahan. Ia juga mengungkapkan, rencana Pemko Batam yang akan menggunakan pulau-pulau di sekitar Batam, sebagai pulau penghasil sayuran.

”Batam ini bukan penghasil. Makanya kami diundang membahas itu dengan Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang). Jadi, saya masukkan tata ruang pertanian. Bukan di Batam, tapi di pulau-pulau. Mana tahu ada yang minat untuk berkebun atau jadi petani,” ungkapnya.

Rudi yakin, jika rencana ini ber hasil, maka cuaca buruk tidak akan menjadi hambatan la gi dalam distribusi sayur-sayuran.

Program yang Digesa Pemerintah Daerah usai Dana APBN dan APBD Turun. Selama ini, karena iklim buruk terutama di akhir tahun, sering menghambat dis tribusi sayur-sayuran.

Ujung-ujungnya, harga sayuran menjadi sangat mahal, karen a langka.

”Agar inflasi yang biasanya terlampau mengkhawatirkan, bisa segera teratasi,” paparnya.(jpg)