batampos.co.id – Polisi bertindak tegas dalam kasus dugaan rasisme yang menimpa Natalius Pigai, mantan komisioner Komnas HAM. Politikus Partai Hanura bernama Ambroncius Nababan ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan Rabu (27/1).

Kasus itu bermula saat Ambroncius mengunggah status di media sosial. Mantan caleg Hanura tersebut mengkritik Natalius Pigai karena menolak vaksin Sinovac. Yang jadi masalah, Ambroncius menyertakan foto Pigai yang disandingkan dengan foto gorila. Terdapat caption berbahasa Papua yang diduga tidak hanya merendahkan Pigai, tetapi juga warga Papua. Beberapa tokoh Papua lantas melaporkan Ambroncius ke polisi.

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirsiber) Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi menuturkan, Polri tak segan menindak siapa pun yang sengaja membuat ujaran untuk memicu perpecahan. ’’Seperti yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam fit and proper test (calon Kapolri, Red) pekan lalu,’’ tuturnya.


Dia menjelaskan, polisi telah memeriksa saksi dan sejumlah ahli. Mulai ahli pidana, ahli bahasa, hingga ahli ITE. ’’Lalu, dilakukan gelar perkara yang hasilnya menetapkan Ambroncius Nababan sebagai tersangka,’’ terangnya.

Setelah diperiksa sebagai tersangka, Ambroncius resmi ditahan mulai kemarin. Polisi juga menyita handphone milik Ambroncius. ’’Barang bukti diserahkan ke laboratorium forensik untuk diperiksa,’’ ujarnya.

Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, Ambroncius dijemput polisi sekitar pukul 18.30. ’’Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara,’’ paparnya.

Menurut M. Zuhdan, pengamat kepolisian dari Partnership for Advancing Democracy and Integrity (PADI), penegakan hukum yang cepat dalam kasus tersebut sangat diperlukan. ’’Bila belajar dari kerusuhan yang terjadi di Papua tahun lalu,’’ jelasnya.

Dia mengatakan, penahanan Ambroncius memperlihatkan semangat Polri dalam mencegah gejolak di Papua. Karena proses hukum yang cepat, potensi kerusuhan di Papua tentu menurun. ’’Warga Papua merasakan hadirnya keadilan,’’ ucapnya.

Tanggapan Partai Hanura

Sementara itu, Inas Nasrullah Zubir, dewan penasihat DPP Partai Hanura, mempertanyakan penangkapan Ambroncius. Memang, kata dia, Ambroncius mengunggah foto Natalius Pigai yang disandingkan dengan foto gorila. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah gambar dan kalimat yang di-posting tersebut rasial. ’’Di mana letak rasialnya?’’ tuturnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Menurut Inas, semua itu tentu memiliki sebab dan akibat. Pigai sendiri pernah berkomentar rasial kepada orang Jawa dalam podcast di YouTube. Dia menyayangkan karena banyak pengamat, politikus, bahkan pejabat pemerintahan yang terburu-buru menghakimi Ambroncius tanpa mencermati dari sisi Pigai. Bisa jadi para pengamat, politikus, dan pejabat negara tersebut takut disemprot oleh Pigai karena tidak membelanya.

’’Apabila polisi memproses Ambroncius Nababan, maka Pigai juga harus diproses karena perkataaan rasialnya kepada orang Jawa,’’ tegas mantan anggota DPR itu.(jpg)