batampos.co.id – Warga RT 02/RW 03 Tanjunguma, mendapatkan ganti rugi atas kerusakan rumah yang ditabrak tongkang pada Jumat (1/1/2021), awal tahun lalu.

Untuk rumah yang rusak berat, mendapatkan uang Rp 220 juta,
sedangkan rumah rusak ringan diganti Rp 120 juta.

Syafrizal, salah seorang warga mengaku menerima uang ganti rugi sebesar Rp 220 juta. Sebab, rumahnya rusak total dan selu-
ruh barang di dalam rumah tak sempat diselamatkan.


”Sudah dua mingguan diganti rugi, besaran uangnya tergantung
kerusakan. Sekarang, kita fokus bangun rumah lagi, dibantu
dengan warga setempat,” ujarnya di lokasi, Rabu (27/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dia menjelaskan, pihak perusahaan dari tongkang Ability 1805, langsung datang ke lokasi untuk mendata kerusakan rumah dan kerugian warga.

Warga mengumpulkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan setelah tongkang menabrak kediaman mereka. Foto: Cecep Mulyanan/Batam Pos

”Dibantu pihak kecamatan dan kepolisian,” katanya.

Syafrizal mengaku, insiden tertabarak tongkang tersebut baru pertama kali terjadi sejak ia menetap di Tanjunguma selama sekitar 40 tahun.

”Sejak lahir di sini, baru ini terjadi. Kalau gelombang pasang dan cuaca buruk, itu sudah biasa sama kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Arum, korban lainnya, mengaku mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 120 juta. Ia mengaku, rumahnya hanya rusak ringan akibat ditabrak badan tongkang.

”Trauma juga. Awalnya saya lihat tongkang itu masih jauh,
ternyata sebentar saja langsung menabrak rumah,” katanya.

Ia mengaku lega dengan ganti rugi pihak perusahaan tongkang tersebut. Sebab, ia bisa merenovasi bagian rumah yang rusak, dan mengganti perabotan baru.

”Mudah-mudahan tak terjadi lagi. Kami terpaksa mengungsi gara­gara kejadian itu,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh unit rumah di Pelantar Tanjunguma tertabrak tongkang, Jumat (1/1/2021) lalu.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, lima rumah rusak berat, dan dua rumah rusak ringan.(jpg)