batampos.co.id – Mulai tanggal 1 Maret 2021 mendatang, setiap pembelian atau pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU yang ada di Batam, wajib menggunakan kartu kendali yang bekerja sama dengan pihak perbankan.

Bahkan, jenis kendaraan yang bisa mengisi premium juga dibatasi yakni dengan kapasitas silinder 2.000 cubical centimeter (cc) ke bawah untuk roda empat dan 160 cc ke bawah untuk roda dua.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk penerapan kartu kendali premium.


Di antaranya Pertamina, Hiswana Migas Kepri, SPBU, hingga Bank BRI. Saat ini, pihaknya juga tengah mendata dan merancang mekanisme pendaftaran bagi calon pengguna BBM jenis premium.

”Alhamdulillah, rencana penerapan kartu kendali ini dapat respons positif dari masyarakat, baik langsung ataupun dari media sosial. Penerapan kartu kendali premium ini juga merujuk pada keberhasilan kartu Brizzi untuk pembelian solar tahun 2019 lalu,” terang Gustian, usai menggelar rapat yang dihadiri perwakilan Pertamina, Hiswana Migas, SPBU dan BRI di Kantor Disperindag
Batam, Rabu (27/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Adapun, syarat utama kendaraan roda empat yang bisa mengisi premium harus memiliki kapasitas silinder di bawah 2.000 cc, sedangkan untuk kendaraan roda dua di bawah 160 cc.

Data dari Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), terdapat 123.153 unit kendaraan roda empat yang berkapasitas silinder di bawah 2000 cc.

Ilustrasi. Para pengendara sepeda motor mengisi BBM Jenis premium. Foto: dokumentasi batampos.co.id

”Untuk data riil, nanti didapat saat daftar ulang, sebab dari jumlah itu ada mobil yang sudah tidak jalan lagi. Sedangkan untuk kendaraan di atas 2.000 cc, diarahkan untuk mengisi pertalite atau pertamax,” jelas Gustian.

Dikatakannya, dengan adanya kartu kendali nanti, pembelian premium untuk kendaraan roda empat rencananya dibatasi 30 liter per hari.

Namun, hal itu masih jadi wacana, karena ada pertimbangan lainnya, seperti untuk angkutan umum baik untuk orang dan barang, yang tingkat mobilitasnya lebih tinggi sehingga butuh BBM dalam jumlah yang lebih banyak.

Sedangkan untuk persyaratan kendaraan yang bisa dapat kartu kendali, di antaranya pajak, KIR dan STNK masih hidup atau
berlaku. Kemudian, tangki kendaraan tidak dimodifikasi.

”Kajian awal maksimal pengisi premium dibatasi 30 liter per harinya. Namun, ini masih kajian, bisa jadi ditambah atau dikurangi. Pengecualian 2.000 cc untuk kendaraan umum
kemungkinan akan dilebihkan,” terang Gustian.

Menurut dia, selama ini penyaluran premium di Kota Batam belum terarah dan tepat sasaran.

Hal itu dapat terlihat dari antrean dan kelangkaan premium yang sering dirasakan masyarakat.

Karena itu, berdasarkan surat edaran Wali Kota Batam Nomor 18 Tahun 2014 tentang penyaluran BBM bersubsidi, pihaknya melakukan pengendalian dengan meluncurkan kartu kendali.

Sehingga, tidak ada lagi pelangsir atau penjualan eceran tak resmi yang diduga menjadi penyebab kelangkaan.

”Dengan adanya kartu kendali ini, kami harap bisa meringankan beban ekonomi masyarakat menengah ke bawah yang lagi down (menurun). Dan yang terpenting lagi, tidak adanya pelangsir.
Karena selama ini, minyak di SPBU kosong tapi di eceran masih banyak,” kata dia.

Plt Ketua Hiswana Migas Kepri, Harian Haris, mendukung program kartu kendali premium.

Menurutnya, dengan adanya kartu kendali, peruntukan premium bisa lebih tepat sasaran.

”Semoga bisa dilaksanakan secepatnya,” ujar Haris di tempat yang sama.

Sales Branch Manager Kepri PT Pertamina, William Handoko, mengatakan, sangat mendukung terlaksananya transaksi pembelian BBM jenis premium menggunakan kartu Brizzi.

”Apapun produknya, kami sangat mendukung yang namanya cashless (non-tunai). Karena, selain mengantisipasi penyebaran Covid­19, pembelian menggunakan kartu ini memudahkan kami
dalam pendataan konsumsi BBM jenis premium,” Kata dia,

Sebelum direalisasikan, menurutnya perlu ada sosialisasi kepada masyarakat bahwa BBM itu selain premium, juga ada pertalite, pertamax 92 dan pertamax turbo.

Mobil baru saat ini direkomendasikan untuk menggunakan seri pertalite ke atas.

Mengenai antisipasi tingginya permintaan daripada kuota, Wiliam menyatakan masih mendata jumlah kendaraan. Serta, langkah antisipasi adanya tindakan pelangsir.

”Hal itu bisa terlihat dari pembelian BBM. Jika kendaraan tersebut berkali­-kali melakukan pembelian, maka bisa jadi itu ada dugaan pelangsir. Karena semua transaksi terdata dan tercatat,” sebutnya.

Terkait kelangkaan premium yang dikeluhkan saat ini, Pertamina hanya ingin memastikan premium tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya.

”Untuk kuota itu ada di BPH Migas. Jadi, untuk jalannya program yang ini tidak saja dari Pertamina. Tentu perlu koordinasi juga dengan dinas terkait, karena pengguna premium ini ada juga seperti nelayan Batam,” ujarnya.

Perwakilan BRI Batam­ Nagoya, Rina Sri Rejeki, mengatakan, secara umum BRI siap mendukung penggunaan kartu Brizzi untuk pembelian premium.

BRI akan mengoptimalisasi dan mematangkan rencana ini bersama Pemko Batam, SPBU, dan Pertamina.

”Kami nanti akan lakukan pendaftaran penerima kartu dan verifikasi. Kami memastikan kartu tersedia, termasuk penyediaan mesin di SPBU. Secara keseluruhan, kami siap saja mendukung program cashless ini,” imbuhnya.(jpg)