Minggu, 3 Mei 2026

Limbah Minyak Cemari Pulau Labu, Warga Mual dan Muntah-Muntah

Berita Terkait

batampos.co.id – Tumpahan limbah minyak hitam yang mencemari perairan pulau Labu Kelurahan Batu Lengong, Bulang, Batam, meresahkan warga sekitar.

Bahkan para nelayan kehilangan penghasilan akibat limbah mminyak tersebut. Tumpahan minyak tersebut diduga mengalir dari deck shipyard PT Marcopolo.

Warga Pulau Labu, Ramadan, mengatakan, perangkat RT/RW bersama warga akan mendatangi PT Marcopolo karena kejaddian tersebut.

“Kami mau minta ganti rugi karena sudah banyak merugikan masyarakat dan dan dampak oleh ceceran minyak dari deck kapal yang masih masih mengalir di lautan,” jelasnya, Jumat (29/1/2021).

Menurutnya dampak dari tumpahan minyak itu sudah sangat parah. Di antarnaya yakni
hasil tangkapan berkurang bahkan tidak ada sama sekali, mencemari lingkungan dan aroma dari limbah membuat mual dan muntah.

Limbah minyak yang mencemari Pulau Labu. Foto: istimewa untuk batampos.co.id

“Mual dan muntah dialami oleh anak-anak,” paparnya.

Ramadan meminta manajemen PT Marcopolo agar dapat menyelesaikan secara cepat tumpahan limbah minyak tersebut.

“Saat ini kami (warga,red) dan masyarakat Pulau Labu lagi berkumpul dan membahas permasalahan minyak yang tercecer, mereka menuntut agar masalah ini agar cepat terselesaikan”, paparnya.

Selain itu Ketua RT 07 Pulau Labu, Rudi, menyatakan hal yang sama.

“Akibat tumpahan minyak ini kami membuat hasil tangkapan budi daya ikan teracuni dan itu sangat merugikan kami,” ujarnya.

Tak hanya itu, selain mencemari lingkungan dan laut tumpahan minyak menimbulkan aroma yang tidak sedap.

“Yang membuat kami tidak tahan aromanya bang yang tidak sedap, sehingga membuat anak-anak dan balita mual dan muntah-muntah,” tuturnya.(nto)

Update