batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama Pertamina, tengah menyiapkan tahapan untuk proses pendaftaran kartu kendali yang akan digunakan untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.
Proses pendaftaran itu harus digesa mengingat rencana penerapan kartu kendali untuk pembelian premium, berlaku mulai 1 Maret atau sekitar satu bulan lagi, dan pemilik kendaraan yang akan didata jumlahnya ratusan ribu.
Rencananya, pendaftaran untuk mendapatkan kartu kendali bisa dilakukan secara offline dan online.
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pihaknya hanya menyediakan pendaftaran offline, sedangkan untuk pendaftaran online diatur Pertamina.
Pendaftaran offline atau langsung, rencananya akan berlangsung di beberapa kawasan.
Seperti di Batam Kota, Sagulung dan lainnya. Akan ada lima konter yang nantinya melayani proses pendaftaran untuk mendapatkan kartu kendali.
”Untuk lokasi, belum kami tentukan. Namun pastinya, kami akan memilih lokasi yang luas dan nyaman untuk pendafataran ini, karena dipastikan bakal ramai,” ujar Gustian seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Kamis (28/1/2021).

Dikatakannya, karena banyaknya jumlah kendaraan roda empat dengan kapasitas silinder 2.000 cc ke bawah, maka nantinya jumlah pendaftar akan dibatasi.
Misalnya, setiap kecamatan melayani 100 pendaftar setiap harinya.
”Harus dibatasi, karena untuk verifikasi data juga. Pastinya harus teliti melihat kelengkapan syarat untuk dapat kartu kendali ini,” tegas Gustian.
Menurut dia, pada tahapan proses menjelang peluncuran kartu kendali, pihaknya telah menggelar rapat dengan sejumlah bank BUMN.
Rencananya, khusus kartu kendali BBM premium ini akan melibatkan beberapa bank.
”Kalau solar kami hanya bekerja sama dengan BRI, namun kalau premium ini kemungkinan ada beberapa bank yang kami minta. Sebab, data kendaraan roda empat di bawah 2.000 cc jumlahnya
seratus ribu lebih, ini belum termasuk kendaraan roda dua. Kalau solar hanya 7.000,” imbuh Gustian.
Bahkan, pada hari ini Jumat (29/1/2021), Disperindag akan kembali mengundang seluruh SPBU yang ada di Batam.
Tujuan rapat, untuk memberi dan menerima masukan sebelum
peluncuran kartu kendali.
”Kami juga ingin meminta kesiapan seluruh SPBU untuk berkerja sama dalam program kartu kendali ini,” jelasnya.
Tak hanya itu, berdasarkan koordinasi dengan Pertamina pusat, Gustian meyakinkan ke depannya tak akan ada lagi kelangkaan BBM jenis lainnya, baik itu pertalite atau pertamax series.
Apalagi, jenis BBM itu akan jadi pilihan utama bagi kendaraan yang tidak bisa lagi membeli premium setelah diluncurkannya kartu kendali.
”Sudah berkoordinasi dengan Pak Zazali dari Pertamina pusat, beliau menjamin pertalite tidak dibatasi lagi dan tak ada kelangkaan lagi,” imbuh Gustian.
Sementara, Sales Branch Manager Kepri PT Pertamina, William Handoko, mengatakan, Pertamina mendukung program yang direncanakan Pemko Batam.
Bahkan, pihaknya akan menyiapkan pendaftaran online untuk
kartu kendali.
”Namun pastinya, ada peninjaun terkait program kartu kendali. Bagaimana sosialisasi dilakukan dan lainnya,” terang William.
Disinggung terkait penyediaan premium di seluruh SPBU yang ada di Batam, menurut William, ia tak bisa menjamin.
Sebab, SPBU memiliki hak untuk memilih produk BBM apa yang akan dijual, sesuai dengan tangki dispenser yang mereka miliki.
”Tugas kami hanya menyalurkan, sedangkan SPBU berhak memilih produk mana yang mau dipasarkan sesuai tangki mereka, termasuk tidak menyediakan premium,” tegas William.
Namun, lanjutnya, Pertamina mewajibkan seluruh SPBU menyediakan produk pertamax series.
”Premium maupun pertalite tidak wajib, tapi pertamax wajib,” pungkas William.(jpg)
