Sabtu, 4 April 2026

BPJS Kesehatan Kota Batam Kehilangan 15 Ribu Peserta

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam mencatat kehilangan 15 ribu peserta selama kurun 2020.

Itu terjadi akibat banyaknya perusahaan yang tutup di Kota Batam lantaran terdampak pandemi Covid-19.

”Itu sudah potensi jadi pengangguran,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Dody Pamungkas, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos .

Dodi melanjutkan, untuk peserta BPJS Kesehatan yang sudah didaftarkan oleh perusahaan dan kemudian berhenti bekerja karena situasi Covid-19, secara otomatis kartu kepesertaan karyawan itu akan dibekukan.

Sehingga, ia tidak bisa melakukan pembayaran maupun pelayanan.

Jika mau mengaktifkan kembali, peserta tergolong sebagai peserta mandiri dan otomatis tagihannya berjalan kembali.

Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Batam melayani masyarakat yang merupakan peserta JKN-KIS. Pelayanan di kantor Cabang BPJS Kesehatan dilakukan dengan protokol kesheatan ketat. Foto: BPJS Kesehatan untuk batampos.co.id

Akan tetapi, sebelum di aktifkan sebagai peserta mandiri, BPJS Kesehatan tentu akan melakukan wawancara.

”Pasti kita tanya, ini benar mau daftar. Jangan-jangan nanti bayar
pertama se telah itu tidak bayar lagi. Dia persalinan dapat Rp 25 juta, dengan hanya membayar Rp 25.500 habis itu tak bayar lagi. Karena itu peserta mandiri, maka perjanjiannya mandiri. Perjanjian person ke person,” tuturnya.

Pada tahun 2020 lalu, BPJS Kesehatan mengeluarkan kebijakan atau program relaksasi. Dimana, peserta yang mempunyai tunggakan di atas dua tahun, maka akan dihitung hanya cukup bayar tunggakan selama dua tahun atau 24 bulan.

Jika sudah membayar pertama atau dengan sistem cicilan, maka otomatis peserta sudah bisa menerima manfaat.

”Misal dia bayar di bulan Januari, dan Februari dia tidak mencicil atau lupa menyicil, tagihan besarnya akan muncul lagi. Dan tidak bisa lagi dicicil” tuturnya.

Sementara itu, mengenai perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan, Dody mengakui masih banyak.

Untuk itu, BPJS Kesehatan mempunyai tim kepatuhan yang mendapat data dari Disnaker, Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan (TK).

”Misalnya di BPJS TK didaftarkan 100, kita cuma 40, kita panggil untuk segera daftar,” katanya.(jpg)

Update