batampos.co.id – Pemko Batam akan merevitalisasi Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Belakang Padang, tahun ini.

Revitalisasi dilakukan karena daya tampung TPA yang sudah semakin menipis.

Camat Belakang Padang, Yudi Admajianto, mengatakan, proses revitalisasi TPA seluas 2.777 meter persegi ini dilakukan karena tempat itu sudah digunakan sejak 20 tahun lalu.


Sehingga, dibutuhkan revitalisasi agar daya tampung TPA bisa lebih maksimal.

Untuk pengerjaan ada dua, pertama proses pemindahan sampah dari TPA Belakang Padang ke Batam.

Ilustrasi. Pengakutan sampah. Foto; Dalil Harahap/Batam Pos

Hal ini harus dilakukan agar revitalisasi bisa segera dimulai. Rencananya, sampah akan diangkut ke TPA Telaga Punggur menggunakan tugboat.

”Untuk pemindahan sampah ini akan dilakukan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Batam. Namun, jika membutuhkan tenaga bantuan, petugas yang ada di sini juga siap membantu, demi percepatan dan kelancaran proses peminda han sampah,” sebut Yudi seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Kedua, untuk proses revitalisasi, akan dikerjakan pusat. Menurut informasi, anggaran yang digunakan untuk revitalisasi mencapai Rp 5 miliar.

Proses revitalisasi bisa dimulai dengan syarat, lokasi harus clean and clear dari sampah.

Untuk itu, pemindahan sampah menjadi prioritas utama DLH.

”Kalau semua sampah sudah berhasil diangkat, baru pengerjaan revitalisasi bisa dilakukan,” sebut mantan Kepala Bidang Kebersihan, Batam ini.

Kepala DLH Batam, Herman Rozie, mengatakan, revitalisasi TPA Belakang Padang memang sudah seharusnya dilakukan.

TPA yang sudah berumur kurang lebih 20 tahun ini, perlu peremajaan.

”Karena tidak ada tempat lain lagi untuk membuang sampah
tersebut. Mau tidak mau kami angkut. Prosesnya mungkin
agak panjang,” katanya.(jpg)