batampos.co.id – Sebuah pohon besar di tepi Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Best Western Premier Panbil, memakan korban.
Sepasang suami istri pengendara sepeda motor, tertimpa dahan pohon yang patah dan menjulur ke jalan tersebut, Minggu (31/1/2021) siang.
Akibat kejadian itu, satu korban yang tertimpa pohon meninggal dunia. Korban meninggal bernama Martina Hulu, yang nyawanya
tak tertolong setelah dirawat di Rumah Sakit Camatha Sahidya, Mukakuning, Senin (2/2/2021).
Informasi di lapangan, korban merupakan warga Kampung
Nanas, Kelurahan Teluktering, Batam Kota.
Saat kejadian nahas itu, dia sedang dibonceng oleh suaminya, Insafan Zega, yang melaju dari arah Kepri Mall menuju Panbil Mall, sekira pukul 14.00 WIB.
Maruli, petugas pengatur lalu lintas Villa Panbil mengaku, saat kejadian terdengar suara keras dari sisi jalan.
”Ternyata ada pohon tumbang menimpa pengendara. Banyak yang jatuh saat itu, tetapi yang parah memang pasangan suami istri itu, karena tertimpa langsung,” kata Maruli seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Dia mengatakan, ketika didatangi warga yang hendak menolong, sepasang suami istri itu sudah dalam keadaan terkapar.
Korban perempuan mengalami pendarahan hebat di bagian kepala, sementara suaminya meskipun hanya luka lecet di sekujur tubuh, kondisinya linglung dan tidak bisa bangun.
”Mungkin karena syok melihat istrinya yang sudah berlumuran darah,” katanya, sembari menjelaskan kondisi cuaca saat itu sedang hujan gerimis disertai angin kencang,
”Pohon di sana memang sudah rawan tumbang,” imbuhnya.
Pantauan di lokasi kejadian, Selasa (2/2/2021), pohon yang tumbang dan menimpa pengendara itu masih berada di trotoar jalan.
Pohon itu setinggi kira-kira 5 meter dengan lingkar diamater sebesar dua paha orang dewasa.

Pada batangnya, ada bercak darah segar yang menempel.
Keberadaan pohon-pohon tua ini memang sudah sangat meresahkan warga, khususnya pengendara sepeda motor.
Pasalnya, saat kondisi cuaca seperti sekarang ini yang cenderung hujan dengan angin kencang, pohon-pohon yang berusia tua tersebut sangat rawan tumbang, khususnya yang menjulur ke jalan.
Pohon-pohon tua ini tersebar di beberapa tepi jalan protokol di Batam. Seperti, di sepanjang Jalan RE Martadinata, Sekupang.
Apalagi, pohon-pohon tersebut dahannya menjuntai ke jalan dan sebagian besarnya sudah berumur tua.
Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Gajah Mada dan Jalan Diponegoro, juga masih di wilayah Sekupang.
Kemudian, Jalan Kerapu, Batuampar, Jalan Raja Haji Fisabilillah, Batam Center, dan beberapa ruas jalan lainnya.
Imron, salah seorang pengendara sepeda motor mengaku, kondisi pohon-pohon tua ini sudah sangat membahayakan pengendara.
Apalagi, dahan-dahannya yang besar berada persis di atas jalan.
”Sangat membayakan, apalagi kondisi cuaca ekstrem saat ini, pemerintah harus segera turun tangan,” ujarnya.
Andika, salah seorang pengendara sepeda motor yang sering melintasi di Jalan Diponegoro, juga berharap pemerintah atau dinas terkait segera melakukan tindakan antisipasi karena ini menyangkut dengan keselamatan para pengguna jalan.
”Posisi pohon ini menjorok ke jalan, kalau pas kendaraan lewat lalu pohonnya tumbang, kan berbahaya,” ujar pria yang berdomisili Batuaji itu.
Dari catatan Batam Pos, pohon tumbang pernah terjadi di sejumlah titik di Kota Batam, seperti di Jalan R Suprapto.
Akibatnya, seorang pengendara sepeda motor terluka parah tertimpa dahan pohon di tanjakan Bukit Daeng, Tembesi.
Peristiwa serupa kembali terjadi di Jalan Sudirman. Pohon tumbang itu mengenai mobil Toyota Avanza BP 1617 DR hitam yang sedang melintas di jalan tersebut.
Namun, tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam, Eryudhi Apriadi, belum bisa dihubungi Batam Pos.
Begitu juga saat hendak dijumpai di kantornya, kepala dinas tersebut tak berada di kantornya.
”Bapak lagi di luar, langsung sama bapak saja ya konfirmasinya,” ujar Yeni, salah seorang staf di kantor Disperkimtan Batam di Sekupang, Senin (1/2/2021) sore.(jpg)
