batampos.co.id – Nurvita Sari, 26, warga Kaveling Pandawa Mandiri RT 02/RW 16, Sagulung, tewas ditangan suaminya sendiri, Supriadi, 32, Selasa (2/2) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Vita dicekik oleh Supriaadi hingga tewas karena cekcok masalah ekonomi.
Sebagaimana dilansir Harian Batam Pos, usai membunuh sang istri, Supriadi menyerahkan diri ke Satreskrim Polresta Barelang. Dia langsung ditahan polisi sebagai tersangka.
Informasi yang didapat dari lokasi kejadian, pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Lalu, sekitar pukul 15.00 WIB, warga melihat Supriadi keluar dari rumah. Warga mulanya tak tahu peristiwa pembunuhan tersebut. Sebab, pasangan ini tinggal hanya berdua di rumah yang baru dihuni sekitar dua tahun tersebut.
Warga baru mengetahui adanya aksi pembunuhan saat anggota Satreskrim dan Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi kejadian. ”Memang sudah tiga bulan keduanya menganggur, sepertinya masalah ekonomi akibat kelamaan menganggur,” ujar Yenni, ketua RT setempat di lokasi kejadian.
Menurut Yenni, pasangan tersebut juga memiliki kerabat di kompleks permukiman itu. Ada kakak mereka yang rumahnya berdekatan. ”Selama ini mereka di rumah saja sambil jagain anak kakak mereka yang masih kecil. Tadi ada warga yang lihat kalau mereka berdua lagi makan bersama di depan rumah. Kami kaget ketika sore tadi datang polisi, katanya ada pembunuhan,” ujarnya.
Kapolsek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf, membenarkan kejadian pembunuhan itu. Kini, pelaku ditangani Mapolresta Barelang. Saat dijumpai di Mapolresta Barelang, Supriadi mengaku nekat mencekik istrinya karena sakit hati. Saat itu, istrinya menolak memberikan uang padanya untuk membeli sepatu.
”Kebetulan ada kerjaan di galangan Tanjunguncang. Jadi mau beli sepatu dan baju. Tapi tak dikasih,” ujar Supriadi, Selasa 2/2) malam.
Dia menjelaskan, sebelum mengakhiri nyawa istrinya, sempat terjadi cekcok. Bahkan, keributan itu sudah terjadi sejak Senin (1/2) malam. ”Dia nyakitin hati saya. Malam saya minta uang tidak dikasih, siangnya juga saya minta. Istri menjawab dengan nada keras,” katanya.
Usai mendapat jawaban dengan nada keras, ia langsung mencari uang di dalam lemari pakaian dan menemukan Rp 1,3 juta. Uang tersebut kemudian diambil Supriadi, namun kembali dirampas istrinya.
Akibat rampasan tersebut, Supriadi kalap lalu mencekik Nurvita Sari dan memasukkan kepala istrinya tersebut ke dalam ember yang berisikan air daun sirih.
”Saya masukkan ke ember dan tidak bergerak lagi. Rencana hanya mencekik, tak ada niat membunuh,” ungkap pria asal Lampung ini.
Supriadi menjelaskan, selama 10 tahun berumah tangga, ia tak dikaruniai anak. Selain itu, ia kerap cekcok dengan sang istri karena permaslahan ekonomi. ”Kalau tidak kerja, istri ribut. Tapi dapat kerjaan, tidak dikasih uang,” katanya.
Dengan kejadian ini, Supriadi mengaku menyesal. Ia pun mengaku, selama cekcok ia tak pernah memukul istrinya tersebut. ”Paling saya hanya banting barang, tidak pernah mukul. Setelah tahu meninggal, saya menyerahkan diri ke polisi (ke Mapolresta Barelang, red),” tutupnya. (*/jpg)
