Kamis, 2 April 2026

Pengumuman, Kartu Kendali Motor dan Mobil Dibedakan

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kota Batam belum memutuskan kuota pasti pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium menggunakan kartu kendali.

Penyebabnya, jumlah kuota premium yang terbatas. Sementara, jumlah kendaraan yang memenuhi syarat untuk bisa mendapatkan kartu kendali, cukup banyak.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengaku masih
membahasnya dengan instansi lain terkait untuk menentukan kuota premium yang bisa didapatkan dengan kartu kendali.

Sehingga, ke depan tak ada permasalahan di lapangan atau kekurangan pasokan premium akibat banyaknya permintaan saat program kartu kartu kendali dilaksanakan.

”Jadi untuk kuota memang belum final, masih kami rapatkan dengan Pertamina, Hiswana Migas dan pihak perbankan. Mudah-mudahan minggu ini kuota finalnya sudah didapat,” terang Gustian, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dijelaskan Gustian, Kota Batam mendapat 147 ribu kiloliter (kl)
premium untuk tahun 2021.

Jumlah ini berkurang 10 persen dibanding 2020 lalu. Sedangkan
data jumlah kendaraan roda empat yang akan diusulkan masuk kategori memenuhi mendapat kartu kendali, sebanyak 123 ribu unit.

Antrean kendaraan roda empat saat hendak mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Jumlah itu belum termasuk kendaraan roda dua dan perahu nelayan.

”Nah, jumlah ini yang mau kami sinkronkan, agar tak ada yang
kekurangan dan penyalurannya tepat. Jadi, rencana awal kuota maksimal 30 liter per hari itu masih dibicarakan,” jelasnya.

Menurut Gustian, jenis kartu kendali antara roda empat, roda dua dan perahu nelayan, berbeda. Tentunya, dengan batasan jumlah pembelian yang juga berbeda.

”Tak mungkin untuk kendaraan roda dua batas maksimal per hari 30 liter, ini yang mau disesuaikan,” ujar Gustian.

Sampai saat ini, bank yang bersedia bekerja sama dalam program kartu kendali masih BRI. Namun, tak menutup kemungkinan bank lain menyanggupi.

”Untuk BRI sudah mendatangkan 50 ribu kartu. Sedangkan bank lainnya, masih menunggu koordinasi dengan pimpinan mereka,”
kata Gustian.

Masih kata Gustian, tahapan untuk program kartu kendali ini, memang harus segera digesa.

Sebab, rencana pembelian premium dengan kartu kendali ini akan berlaku mulai 1 Maret nanti.

Bahkan, ia mengaku sudah meminta agar SPBU menyosialisasikan program pembelian premium dengan kartu kendali.

”Ya memang harus didesak karena waktunya tak sampai sebulan lagi,” ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, mulai tanggal 1 Maret 2021, setiap pembelian atau pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU yang ada di Batam, wajib menggunakan kartu kendali yang bekerja sama dengan pihak perbankan.

Selain itu, jenis kendaraan yang bisa mengisi premium, juga dibatasi yakni dengan kapasitas silinder 2.000 cubical centimeter (cc) ke bawah untuk roda empat dan 160 cc ke bawah untuk
roda dua.

Beberapa waktu lalu, Sales Branch Manager Kepri PT Pertamina, William Handoko, mengatakan, sangat mendukung terlaksananya transaksi pembelian BBM jenis premium menggunakan kartu Brizzi.

”Apapun produknya, kami sangat mendukung yang namanya cashless (nontunai). Karena, selain mengantisipasi penyebaran Covid-19, pembelian menggunakan kartu ini memudahkan kami dalam pendataan konsumsi BBM jenis premium,” kata dia.

Sebelum direalisasikan, menurutnya, perlu ada sosialisasi kepada masyarakat bahwa jenis BBM bervariasi, selain selain premium, juga ada pertalite, pertamax 92 dan pertamax turbo.(jpg)

Update