Kamis, 2 April 2026

Pengurusan E-KTP Masih Lambat

Berita Terkait

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam serius menyelesaikan permasalahan lambatnya pengurusan e-KTP di Batam.

Bahkan, Rudi mengultimatum seluruh pegawai Disdukcapil agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

”Saya masih mendengar banyaknya keluhan masyarakat terkait kepengurusan e-KTP ini. Kepada Kadisduk (Kepala Disdukcapil), Pak Heryanto, saya sudah titipkan pesan ini kepada anda sebelum anda saya lantik. Saya minta permasalahan ini segera ditindaklanjuti,” tegas Rudi, belum lama ini seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Wali Kota juga meminta Kepala Disdukcapil agar masyarakat yang sudah terintegrasi datanya, segera dipanggil untuk dilakukan pencetakan e-KTP.

Ilustrasi. Warga Kota Batam mengatre untuk mendapatkan pelayanan adminstrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Sehingga, tak ada alasan lagi bahwa blanko kosong atau tidak siap.

“Karena dari laporan tadi yang belum tercetak ada 26 ribu, sementara blanko yang ada itu sebanyak 21 ribu, berartikan tinggal 5 ribu lagi. Dan yang 5 ribu ini menurut saya, pengerjaannya cukup dua minggu saja. Kalau perlu jemput kekurangan 5 ribu ini langsung ke pusat,”
tegasnya.

Ia juga meminta pihak Disdukcapil Kota Batam untuk membuat pengumuman di seluruh media untuk memanggil masyarakat yang belum punya e-KTP untuk melakukan perekaman.

Rudi memberikan waktu selama tiga bulan kepada Disdukcapil
Kota Batam untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Kalau perlu anda lembur 24 jam. Kalau pegawai kerjanya delapan jam, anda bisa bagi tiga sif dan itu kita bayar lembur anda, selesai. Dengarkan perintah saya, ini kalau tidak dengar akan saya “habiskan”, tidak ada yang tinggal di sini lagi,” ujarnya.

Rudi juga berpesan, sebagai ASN, harus melayani bukan minta dilayani. Memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

”Kalau ada pejabat atau kepala dinas yang minta dilayani, kasih tahu saya. Saya saja sebagai wali kota dan kepala BP Batam
tidak minta dilayani,” tegasnya.(jpg)

Update