batampos.co.id – Bersempena dengan perayaan tahun baru Imlek ke 2572, developer PKP kembali hadir dengan program sosial PKP Peduli.
Manager Promosi PKP, Rio Naldi, mengatakan, PKP Peduli selalu konsisten ikut membantu mereka yang memerlukan bantuan.
“PKP yang sudah berusia 33 tahun akan terus berupaya membantu sesama dengan beragam program bantuan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap sekitarnya (CSR),” ujarnya.
Salah satu anggota rombongan Deddy Token, menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan tersebut segaja digelar untuk berbagi dengan sesama.
“Mumpung akan tahun baru imlek chit eh tampok ho li nang, ing wei be kuei ni liau. Gong Xi Fa Chai ke 2572, (sin ni tuah than) semoga di tahun baru ini, keberuntungan kita semakin banyak,” ujar Pimpro dari proyek ruko Anggrek mas dan mega legenda 2 ini.
Pada kegiatan PKP Peduli kali ini menyambangi salah satu panti jompo yang memiliki penghuni relatief banyak, yakni Yayasan Budi Sosial di Ruko sekitar tos 3000, Nagoya, sabtu (6/2/2020).

Rombongan PKP Peduli datang dengan membawa perwakilan dari Managemen, serta sebagian dari pimpinan proyek (pimpro) serta beberapa staff lainnya.
Kunjungan ini di sambut oleh Abun selaku pengelola yayasan.
Diceritakan Abun, Yayasan Budi Sosial sudah berdiri beberapa tahun lalu.
Kata dia, Yayasan Budi Sosial terdiri atas 3 bangunan yakni di lokasi ruko nomor 10 dengan 16 orang penghuni serta di ruko nomor 1 dengan 14 orang penghuni.
Keduanya dikomplek yang sama . Sedangkan satu lagi yakni berlokasi di perumahan Sakura Garden, di daerah Batu Ampar, yang dihuni 9 orang.
“Ke 39 orang penghuni rata – rata sudah berusia tua, ada yang tapho (laki–laki, red ), ada juga yang cabho (perempuan, red ) kebanyakan sudah akong–akong (kakek,red) atau apek–apek ( uwak/pak dhe,red), ada juga yang A ma (nenek,red),” jelasnya.
Kata dia, di antara para penghuni ada yang terkena penyakit stroke.
Acara pembagian santunan tidak berlangsung lama, tidak ada acara seremoni.
Bantuan sosial tersebut berlangsung sesuai standar protokol kesehatan. Dimana semua mengunakan masker, menjaga jarak serta pihak tim PKP mengunakan sarung tangan.
Acara serah terima santunan dilakukan di depan ruko, dengan akses udara bersifat terbuka.
Bantuan yang diberikan berupa sembako seperti beras, minyak goreng, mie instan, gula, sarden, dan lainnya.
Kemudian lauk seperti daging ayam, ikan, sapi , telur, bakso, sosis hingga nugget. Serta sayur mayur hingga bawang dan cabai.
Selain itu juga ada obat–obatan sampai beragam pembersih rumah. Juga tidak ketinggalan barang keperluan orang tua seperti pampers hingga masker dan sarung tangan.
Barang tersebut merupakan permintaan dari pihak yayasan Budi sosial sendiri.
“Kami kalau boleh, memang meminta sesuai kebutuhan harian kami, sebelum barang santunan diberikan,” kata Abun.
Selain itu berkenaan dengan perayaan Imlek PKP juga diberikan kue- kue, minuman, jeruk serta sedikit uang di dalam amplop merah untuk tiap orang penghuninya.(*)
