batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim masih belum memberlakukan penggunaan GeNose untuk pengecekan Covid-19 bagi penumpang yang akan berangkat. General Manager Bandara Hang Nadim, Benny Syahroni, mengatakan, pihaknya masih menunggu surat edaran dari Gugus Tugas.
”SE (Surat Edaran) yang berlaku masih soal penggunaan rapid test antigen. Tapi, bila berubah menjadi GeNose, nantinya akan kami ikuti,” katanya, kemarin.
Ia menambahkan, apabila diminta penggunaan GeNose, Bandara Hang Nadim siap berkoordinasi dengan BP Batam. Bahkan tidak menutup kemungkinan bekerja sama kembali dengan Rumah Sakit BP Batam.
Jika GeNose diterapkan secara luas, lanjut Benny, teknisnya akan sama dengan rapid test antigen. Setiap penumpang yang akan masuk, pastinya akan diperiksa melalui alat pendeteksi Covid-19, GeNose. ”Kami sangat bersyukur anak bangsa menciptakan alat ini,” ucapnya.
Penggunaan GeNose diyakini meningkatkan animo masyarakat bepergian. Apalagi biaya pengecekan sangat murah, sehingga tidak memberatkan masyarakat yang akan berangkat ke luar daerah.
Benny juga mengatakan, hingga 8 Februari di Hang Nadim masih memberlakukan pengecekan dokumen rapid test antigen. Tapi, setelah itu, apakah kebijakannya masih sama atau tidak, Benny mengaku belum mengetahuinya.
”Kami menunggu apakah diperpanjang atau berganti rapid test biasa lagi atau GeNose. Nantilah, setelah ada surat edaran baru, akan kami sampaikan lagi,” terangnya.(*/jpg)
