batampos.co.id – Meski pandemi Covid-19 menerpa Batam dari Maret 2020 hingga saat ini, namun ekspor Batam sepanjang 2020 masih mencatatkan hasil positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan 8,5 persen dibanding 2019.
Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, kenaikan di 2020, terjadi karena kenaikan dari ekspor non-migas sebesar 21,49 persen. Kontribusi Batam terhadap ekspor Kepri sebesar 73,09 persen.
”Di 2020, ekspor Batam tercatat sebesar Rp 133,29 triliun. Jumlah tersebut naik 8,5 persen dari 2019 yang tercatat sebesar Rp 122,85 triliun,” kata Rahmad dilansir Harian Batampos.
Sementara itu, negara tujuan ekspor terbesar masih Singapura. Nilai ekspornya mencapai 3.739,4 juta dolar Amerika. Persentasenya sebesar 39,27 persen dari total ekspor 2020.
”Meski begitu, capaian ekspor kumulatif ke Singapura pada Januari-Desember 2020 mengalami penurunan dibanding keadaan bulan Januari-Desember 2019, yaitu sebesar 9,72 persen.
Kemudian, Amerika Serikat menjadi negara tujuan eskpor terbesar kedua. Nilai ekspor mencapai 1.884,37 juta dolar Amerika, dengan kontribusi sebesar 19,79 persen. Selanjutnya, Tiongkok, dengan nilai ekspor 568,6 juta dolar Amerika, dengan kontribusi sebesar 5,97 persen.
Negara tujuan ekspor selanjutnya, yakni, India, Jepang, Jerman, Prancis, Uni Emirat Arab, Belanda, dan Spanyol.
Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, mengungkapkan, kekagumannya terhadap peningkatan ekspor Batam. ”Luar biasa Batam. Di tengah masa pandemi Covid-19 dan belum sinkronnya aturan lintas kementerian dan lembaga, ekspor Batam malah naik 8,5 persen dari 2019,” ungkapnya.
Menurut Tjaw, kinerja ekspor dipengaruhi dua komponen utama, yakni sektor non-migas dan migas. Sektor non-migas yang melingkupi hasil industri, pertanian, dan pertambangan terus mengalami kenaikan. Namun sektor migas yang terdiri dari gas alam, hasil minyak, dan minyak mentah terus merosot.(*/jpg)
