Rabu, 6 Mei 2026

3.876 Anak di Kota Batam Mengalami Stunting

Berita Terkait

batampos.co.id – Stunting masih menjadi masalah yang serisu di Kota Batam, bahkan saat ini tercatat ada 3.876 anak mengalami gangguan pertumbuhan.

Guna mengatasi hal tersebut, Pemko Batam membentuk tim penanganan stunting. Hal itu sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menurunkan jumlah anak yang gagal pertumbuhan tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, mengatakan, persentase anak yang mengalami stunting di Kota Batam mencapai 8,31 persen.

“Atau sebanyak 3.876 dari 53.785 balita. Kalau untuk Nasional persentasenya sekitar 27,6 persen,” katanya, Senin (8/2/2021).

Tim penanganan stunting kata dia, di dalamnya ada Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, PKK, hingga Camat dan Lurah.

Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

“Supaya kebijakan antar OPD saling terintegasi dan tidak jalan sendiri-sendiri,” katanya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, meski angka di Batam jauh lebih rendah dari Nasional, komitmen untuk menunurunkan angka tersebut harus terus dilakukan.

Minimal lanjutnya, dalam 5 tahun ke depan bisa turun 50 persen dari angka yang ada saat ini, sebagaimana yang juga ditargetkan oleh pemerintah pusat.

“Pak Wali Kota (Muhammad Rudi,red) komitmen untuk memberikan perhatian terhadap penanganan stunting ini,” katanya.

Ia menjelaskan tim yang dibentuk tidak hanya fokus dalam penanganan kasus yang sudah ada saja. Tapi bagaimana bisa melakukan upaya pencegahan.

Maka itu diharapkan penyuluh di lapangan bisa memberikan edukasi. Mulai dari pasangan yang akan menikah, kemudian hamil dan melahirkan.

“Sehingga kita harapkan juga memiliki data yang benar-benar sesuai dengan yang ada di lapangan,” katanya.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri ditunjuk langsung sebagai ketua Tim Percepatan Pencegahan Stunting Kota Batam.(*/esa)

Update