batampos.co.id – Penerapan protokol kesehatan (protkes) bagi orang asing yang memasuki wilayah Batam, menjadi perhatian utama dunia usaha di Batam. Sehingga Imigrasi serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memperketat aturan masuk ke Batam.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Ismoyo, memaparkan, garis besar dan kebijakan keimigrasian dalam masa adaptasi kebiasaan baru, antara lain mengenai alur masuk orang asing ke wilayah Indonesia, pengaturan visa dan persyaratan bagi orang asing yang berada di luar negeri (visa off-shore), pemberian visa dan izin tinggal baru bagi orang asing yang berada di wilayah Indonesia (visa on-shore), dan penerbitan visa elektronik (e-visa).

Ia mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkum HAM) Nomor 26 Tahun 2020 tentang visa dan izin tinggal dalam masa adaptasi kebiasaan baru memuat bentuk pengecualian orang asing yang dapat masuk wilayah Indonesia dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.


”Adapun yang termasuk dalam kategori tersebut adalah orang asing pemegang visa dan izin tinggal yang sah dan berlaku di tempat pemeriksaan Imigrasi tertentu, dengan mengedepankan protokol kesehatan,” ujarnya, Rabu (10/2) di Gedung BP Batam, saat acara Coffee Morning bersama BP Batam dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri.

Imigrasi Batam telah merekapitulasi jumlah warga Singapura yang memasuki Batam melalui Pelabuhan Ferry International Batam Center, sejak diberlakukannya kebijakan Travel Corridor Arrangement (TCA) hingga bulan Januari 2021.

”Totalnya ada 203 penumpang, namun hanya sedikit WN Singapura yang menggunakan fasilitas TCA,” jelasnya lagi.

Ismoyo juga menjelaskan, terhadap orang asing pemegang izin tinggal yang berada di luar negeri dan akan berakhir masa berlakunya, tetap dapat diakomodir pengajuan permohonan perpanjangan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), Izin Tinggal Tetap (ITAP), dan Izin Masuk Kembali (Re-Entry Exit Permit) oleh penjamin atau penanggung jawab secara manual maupun elektronik.(jpg)