batampos.co.id – Rencana pembongkaran Pasar Induk Jodoh belum bisa dilaksanakan bulan Maret seperti rencana sebelumnya.
Pasalnya, proses lelang masih berlangsung sehingga pembongkaran pasar tersebut diperkirakan baru terlaksana
April mendatang.
”Proses lelang ini kan lama, jadi kalau Maret belum terkejar. Jadi kemungkinan April baru terlaksana,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Jumat
(12/2/2021).
Dikatakannya, dalam rapat yang digelar bersama Tim Terpadu Kota Batam pada Kamis (11/2), didapat informasi bahwa pagar pembatas pasar tersebut dijebol.
Bahkan, didalam bangunan itu sudah ada sekitar 69 orang penghuni baru.

”Jadi, pagar yang dibuat tim terpadu ini dijebol, saat didata sudah ada 69 penghuni baru, bukan yang lama,” terang Gustian.
Karena itu, dalam waktu dekat tim terpadu akan kembali turun untuk mengimbau ”penghuni” Pasar Induk Jodoh segera pergi.
Batas waktu pengosongan diberikan hingga akhir Maret.
”Akhir Maret memang harus kosong, karena April sudah dibongkar. Tak ada dispensasi untuk mereka, karena mereka yang salah, sudah dipagar malah dijebol,” imbuh Gustian.
Disinggung sudah berapa perusahaan yang ikut lelang pembongkaran pasar induk, Gustian tak tahu pasti.
Begitu juga dengan anggaran lelang untuk pembongkaran pasar tersebut.
”Untuk teknis lelang ini saya belum tahu, apalagi anggaran pembongkaran,” ujar Gustian.
Namun, menurut Gustian, tim aset Pemko Batam akan mengunjungi Pasar Induk tersebut sebelum proses pembongkaran.
Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi aset Pemko sebelum dilakukan pembongkaran dan revitalisasi.
”Jadi, ada tim aset yang turun untuk melihat kondisi bangunan sebelum dibongkar nantinya,” jelas Gustian.
Diketahui, Kondisi Pasar Induk Jodoh Batam pasca ditertibkan Tim Terpadu beberapa waktu lalu, kian memprihatinkan.
Meski sudah dipagar, ternyata masih banyak yang mendiami bangunan kosong tersebut.
Rencana revitalisasi tahun 2019 batal karena belum adanya anggaran dari pemerintah pusat.
Dimana, anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi pasar induk itu lebih dari Rp 260 miliar.(jpg)
