Minggu, 28 Juni 2026

Belajar Tatap Muka di Batam Jalan Terus

BACA

batampos.co.id – Rencana penerapan proses pembelajaran tatap muka di sekolah untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama
(SMP) di Kota Batam, tetap akan dilanjutkan.

Meskipun, saat ini Pemko Batam menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sementara untuk belajar daring, masih berlaku terutama untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, kebijakan menggelar belajar tatap muka di sekolah dikembalikan pada masing-masing sekolah.

”Kalau untuk SMP bisa tatap muka atau bisa juga secara online. Itu tergantung dari sekolahnya nanti,” kata Hendri, Senin (15/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Bagi SMP yang akan menggelar pembelajaran tatap muka, maka harus mengajukan ke Disdik untuk diverifikasi sesuai syarat yang ditentukan.

Yakni, harus menyiapkan sarana dan prasarana untuk menunjang penerapan protokol kesehatan.

Seperti, pengukuran suhu tubuh, tempat cuci tangan, memastikan penggunaan masker, membatasi jarak tempat duduk, mendapat persetujuan orang tua siswa dan sebagainya.

”Kalau sudah siap dan mengajukan ke Disdik, setelah lolos verifikasi nantinya bisa menggelar belajar tatap muka,” terangnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Kepala SMPN 3 Batam, Wiwiek Darwiyati, mengatakan, pihaknya sudah berbenah dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung.

Berbagai syarat yang diminta untuk dimulainya belajar tatap muka, sudah mulai dijalankan dan dipenuhi.

Seperti, penyediaan tempat cuci tangan, alat pengecek suhu, mengatur tempat duduk siswa di kelas sesuai jarak aman.

Termasuk, sambung dia, menyebar surat pernyataan yang wajib diisi orangtua siswa, sebagai salah satu syarat utama agar aktivitas belajar tatap muka bisa dimulai.

Hingga saat ini, sudah banyak yang mengembalikan surat pernyataan persetujuan untuk belajar tatap muka dimulai kembali, namun belum semua orangtua menyetujuinya.

”Kalau semua mungkin belum. Namun, lebih dari 50 persen setuju untuk belajar di sekolah segera dibuka. Kami pihak sekolah sudah siap, tinggal menunggu orang tua untuk setuju saja,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Hingga kini, pelaksanaan belajar siswa masih dilakukan melalui sistem daring atau online.

Meskipun tidak ada kendala yang berarti, namun belajar daring memang belum maksimal seperti belajar tatap muka.

”Tentunya sebelum kembali ke sekolah, kami harus pastikan dulu tidak ada masalah dengan orangtua. Sebab, ini menyangkut anak-anak. Kalau semua setuju, mungkin nanti Disdik yang menentukan jadwal pembukaan sekolah ini kembali,” terangnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyatakan setuju dengan kegiatan belajar tatap muka di sekolah-sekolah di wilayah perkotaan (mainland).

Bahkan, Rudi mengaku telah meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, untuk memanggil seluruh kepala sekolah terkait dengan kesiapan pembelajaran tatap muka tersebut.

”Kalau itu, tidak usah ditanya lagi. Sesuai protokol kesehatan, jalankan saja,” ujar Rudi, Kamis (4/2/2021).

Namun, persetujuan pembelajaran tatap muka itu hanya berlaku untuk sekolah jenjang SMP. Sementara untuk TK dan SD, belum diizinkan karena tingginya kekhawatiran bagi anak-anak di tingkatan tersebut.

Pertimbangannya, mereka dinilai masih sulit dikendalikan untuk memastikan penerapan protkes pencegahan Covid-19 benar-benar berjalan. Kondisi itu berbeda dengan para siswa jenjang SMP.

”Karena umurnya rata-rata sudah 12 tahun ke atas, jadi SMP saja (diperbolehkan). SD belum, mengikuti aturan dari Menteri Pendidikan,” tuturnya.(jpg)

spot_img

Baca Juga