batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, menegaskan, sekolah yang berada di zona merah tetap diperbolehkan untuk memulai kegiatan pembelajaran tatap muka.
Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.
Dalam SKB tersebut, pemerintah memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah/kanwil/ kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangan masing-masing.
Pemberian kewenangan penuh tersebut berlaku mulai semester genap tahun akademik 2020/2021.
“Sekarang, kepala daerah sudah memberikan ruang kepada semua kecamatan. Sekolah-sekolah boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka tapi dengan protokol kesehatan yang ketat. Itu yang disampaikan betul oleh pimpinan kita, Pak Wali Kota Batam,” ujar Hendri Arulan di Batam Center, Selasa (16/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Ia menyebut, protokol kesehatan yang ketat itu yakni dengan pengurangan jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar.
Dimana, dalam satu rombongan belajar jumlah siswa yang biasanya 36 sampai 40 siswa, maka saat pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini maksimal harus 18 orang siswa dalam
satu rombongan belajar.

Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam itu melanjutkan, saat ini Disdik telah mengeluarkan petunjuk dan surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk mempersiapkan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Sekolah, kata dia, harus memenuhi enam daftar periksa dalam persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
Mulai dari izin komite, hingga surat persetujuan orangtua bagi anaknya yang mau sekolah tatap muka.
Bagi orangtua yang tidak berkenan untuk melepaskan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, tetap akan mengikuti pembelajaran daring seperti biasanya.
Dilanjutkannya, sampai saat ini, sudah ada 72 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengajukan permohonan untuk dilakukan pembelajaran tatap muka.
Dari 72 sekolah itu, 32 sekolah telah dilakukan verifikasi oleh Dinas Pendidikan.
“Tapi memang, dari hasil verifikasi tersebut, ada beberapa sekolah yang harus melengkapi persyaratannya. Kalau mereka sudah melengkapi dalam waktu dekat, mungkin minggu depan sudah ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan untuk mereka
bisa melaksanakan proses pembelajaran tatap muka khusus untuk tingkat SMP sederajat,” terang dia.
Menurutnya, sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.
“Tapi kalau seandainya di bawah Kementerian Agama, apakah itu MTs, maka berkoordinasi dengan Kementerian Agama,” jelasnya.
Sekolah yang tidak lolos verifikasi, harus tetap melaksanakan pembelajaran secara daring.
Mereka yang dinyatakan tidak lolos verifikasi, dikarenakan belum melengkapi enam daftar periksa yang dikeluarkan Dinas Pendidikan.
Enam daftar periksa itu, yakni toilet sekolah harus bersih, sanitasi yang baik, pengukur suhu tubuh atau thermogun, penyiapan masker dan penggunaan masker bagi setiap orang yang berada di lingkungan sekolah.
Selain itu, sekolah juga harus mempunyai catatan bagi anak didik yang mempunyai penyakit bawaan seperti asma, paru-paru dan lainnya.
Kemudian, sekolah juga harus punya data anak didik yang menggunakan transportasi umum untuk berangkat dan pulang
sekolah.
Karena, anak yang berangkat menggunakan transportasi umum sangat rentan terkena Covid-19.
“Sekolah harus mempunyai catatan itu. Kalau dia menggunakan transportasi umum, ini rentan. Jadi disarankan tetap melaksanakan pembelajaran daring,” tuturnya.
Ia menambahkan, tidak ada batas waktu pengajuan pembelajaran tatap muka. Semua tergantung dari masing-masing
sekolah.
Jika sekolah merasa sudah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka, maka dipersilakan untuk mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Kota Batam untuk dilakukan verifikasi.
“Jadi, tidak harus serentak tatap mukanya. Bagi yang sudah siap jalan dulu,” imbuhnya.(jpg)
