batampos.co.id – Penyebab terbakarnya mobil Suzuki Carry di SPBU Merapi Subur, Sagulung, yang menewaskan dua balita,
Sabtu (13/2/2021) lalu, menemukan titik terang.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Medan mengungkap bahwa titik api berasal dari korsleting listrik di bawah bangku sopir.

Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Oktaviani, mengatakan, selain mendatangkan Tim Labfor Medan, polisi juga menghadirkan teknisi dari mobil Suzuki Carry.


“Teknisi Suzuki Carry mengatakan bahwa ada beberapa modifikasi di tangki BBM (Bahan Bakar Minyak),” kata Juwita, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Juwita menjelaskan, tangki BBM Suzuki Carry yang terbakar dan dikendarai oleh Jusmin beserta dua anaknya yang masih balita itu, telah dirombak. Dimana, tangki BBM dilubangi dan diberi selang ke jeriken.

Mobil carry yang terbakar di salah satu SPBU di Sagulung. Foto: Tangkapan Layar

“Ada dua jeriken di bangku belakang mobil, persisnya di tempat anak korban terbakar,” ujarnya.

Juwita menambahkan, dari keterangan saksi dan tetangga korban, dalam keseharian korban berjualan BBM.

Saat ini, warga Seibeduk tersebut juga masih dirawat di rumah sakit.

“Untuk kondisi bapaknya (Jusmin) masih dalam perawatan, dan rencana akan dilakukan operasi,” kata Juwita.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit mobil Suzuki Carry bernomor polisi BP 1622 DU, terbakar di SPBU Merapi Subur, Tembesi, Sagulung, Sabtu (13/2) sore.

Saat kejadian, salah satu anak korban, Sarito Tamba, 5, yang
duduk di bangku belakang, tewas terbakar.

Sedangkan adiknya, Halasan Tamba, 3, dan sang ayah, Jusmin, sempat menyelamatkan diri dan mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji.

Sayangnya, pada malam harinya, nyawa balita Halasan tak tertolong karena mengalami luka bakar yang cukup serius di tubuhnya.(jpg)