batampos.do.id – Indonesia-Kuba sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi bilateral antar kedua negara.

Dubes Indonesia untuk Kuba, Nana Yuliana, melalui siaran pers yang diberikannya menyebutkan hal tersebut dibahasnya bersama Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Investasi Kuba, Deborah Rivas, pada rabu (17/2/2021).

Dalam pertemuan tersebut ia menyatakan Indonesia siap untuk bekerja sama dengan Kuba dalam upaya meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang perdagangan dan investasi.


Nana menyatakan Indonesia siap memberikan program pelatihan pembangunan kapasitas di bidang pertanian dan di bidang-bidang yang dibutuhkan oleh Kuba.

“Pemerintah Indonesia bertekad kuat untuk meningkatkan ekspor ke mancanegara, termasuk ke Kuba, dan memerlukan dukungan Pemerintah Kuba untuk mewujudkannya,” katanya.

Nana menyatakan, Indonesia selalu mendukung dicabutnya sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Kuba di forum PBB dan menyatakan keyakinannya pencabutan sanksi tersebut akan menjadikan Kuba akan maju secara ekonomi.

Wakil Menteri Kuba, Deborah Rivas, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan selama ini terhadap pencabutan sanksi ekonomi Amerika Serikat di forum PBB.

Dubes RI untuk Kuba, Nana Yuliana (kiri) dalam pertemuan dengan Ms. Deborah Rivas, Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Investasi Kuba, Deborah Rivas. Foto: KBRI Havana untuk batampos.co.id

Ia juga menyatakan dukungannya kepada Indonesia dalam mengakses pasar Kuba serta menyatakan keinginan Kuba untuk melakukan hubungan dagang secara langsung dengan Indonesia. Terutama untuk kepentingan ekspor gula.

Pada pertemuan tersebut keduanya meyebutkan hambatan utama dalam meningkatkan hubungan perdagangan bilateral adalah adanya blokade ekonomi Amerika Serikat yang telah berjalan sekitar 62 tahun.

Pengusaha kedua negara selama ini melakukan transaksi dagang melalui pihak ketiga. Yaitu berbagai perusahaan asing yang telah lama beroperasi di Kuba yang umumnya berasal dari Eropa, Karibia dan Amerika Selatan.

“Sampai saat ini diketahui investor dari kedua negara belum memanfaatkan sepenuhnya sektor-sektor usaha yang ditawarkan,” kata Nana.

Terkait kerjasama tersebut kata Nana, pemerintah Kuba akan menawarkan sektor-sektor investasi yang potensial dan dapat dimanfaatkan oleh investor asal Indonesia.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendorong investor Indonesia untuk melakukan outbound investment ke berbagai negara, termasuk Kuba, selain menarik investor asing ke Indonesia.

Keinginan kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang promosi perdagangan dan investasi dilakukan melalui pembentukan a Joint Working Group on Trade and Investment (WGTI), dimana Memorandum of Understanding on Trade and Investment Cooperation sedang dalam proses akhir pembahasan oleh kedua pihak.

Melalui WGTI pengusaha kedua negara akan dapat saling bertukar informasi, pengetahuan dan keahlian serta melakukan program pelatihan bersama di berbagai sektor perdagangan dan investasi.

Kuba merupakan salah satu mitra dagang penting Indonesia di kawasan Karibia, dengan nilai total perdagangan bilateral mencapai US$ 5,7 juta (November 2020).

Ekspor Indonesia ke Kuba adalah kertas, sabun, minyak hewan dan nabati, glassware, dan furnitur. Dari Kuba Indonesia mengimpor gula, produk farmasi, tembakau dan cerutu, peralatan mesin untuk rumah sakit, kulit mentah, dan minuman keras.(*/esa)