batampos.co.id – Progres pelebaran jalan kolektor di Batuampar, sudah mencapai 50 persen. Pelebaran jalan tersebut bertujuan untuk meningkatkan mobilitas menuju Pelabuhan Batuampar.

“Jalan Batuampar sudah 50 persen dan masih terus berlanjut sesuai jadwal. Rencana awalnya, jalan tersebut dilebarkan dari pelabuhan sampai pintu masuk kawasan industri Bintang. Tahun ini mudah-mudahan sambung ke tahap kedua sampai Bengkong,” ujar salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 5127 BP Batam, Boy Zasmita, Kamis (18/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Selain itu, di kiri dan kanan jalan di Batuampar, tengah dibangun penyempurnaan drainase.


Untuk proyek fisik berupa infrastruktur jalan lainnya, seperti jalanan di Bundaran Madani Batam Centre hingga Ocarina, juga
sudah rampung 51 persen.

Pembangunan ruas Jalan Yos Sudarso di Batu Ampar. Ruas jalan tersebut akan dibangun lima lajur untuk mendukung kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Di jalan ini dilengkapi dengan trek sepeda. Letaknya di sebelah kiri kalau dari Batam Centre. Jalur sepeda dibuat lumayan besar. Tahun ini, kami akan upayakan pelebaran jalan sampai ke Beng-
kong Laut, karena itu nanti akan jadi kolektor, supaya tidak macet lagi di sana,” paparnya.

Sementara itu, jalan industri di Kabil, baru 20 persen, karena proses pembangunannya dari dasar.

Kemudian, jalan di Tanjunguncang dekat Drydock akan dioverlay, karena sudah rusak parah.

Sejak akhir tahun lalu, BP Batam memang melakukan pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan pada tahun ini.

Tiga lokasi yang menggunakan anggaran lebih dari Rp 20 miliar, diperkirakan akan mulai dikerjakan November mendatang.

“Pertama, pembangunan jalur kedua dan peningkatan Jalan Hang Kesturi. Nilai totalnya Rp 37 miliar. Proyek multiyears. Tapi untuk tahun ini, kita akan serap Rp 17 miliar,” katanya.

Berikutnya, peningkatan jalan lengan di Pelabuhan Batuampar. Pagu anggarannya mencapai Rp 24 miliar. Proyek ini juga bersifat tahun jamak.

Selanjutnya, peningkatan jalan dari Bundaran Madani ke arah Bengkong melewati Ocarina.

“Nilainya Rp 20 miliar. Proyeknya juga multiyears. Pembangunan jalannya dari Bundaran Madani sampai ke Ocarina. Mudah-mudahan kami bisa buat trek sepeda pertama di Batam, di jalan itu,” ujarnya.(jpg)