batampos.co.id – Seorang pria Singapura berusia 72 tahun yang menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 dirawat di rumah sakit. Pria itu menderita serangan jantung pada Selasa (16/2).

Kementerian Kesehatan (MOH) mengatakan pasien telah dirawat di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Tan Tock Seng. Kemenkes menegaskan serangan itu tak ada kaitannya dengan vaksin. “Berdasarkan asesmen awal Rumah Sakit Tan Tock Seng, tidak ada indikasi serangan jantung akibat vaksinasi Covid-19,” kata pihak Kemenkes Singapura seperti dilansir dari AsiaOne, Senin (22/2).

Tes lebih lanjut sedang dilakukan oleh tim medis untuk menentukan penyebab serangan jantung pria tersebut. Pasien memiliki riwayat kesehatan kanker, hipertensi, dan hiperlipidemia.


Dia divaksinasi pada Selasa pagi dan dibawa ke rumah sakit pada malam hari. Kemenkes mengatakan petugas kesehatan sudah memeriksa pria itu sebelum vaksinasi. Sejalan dengan protokol kementerian, pria itu diawasi di lokasi selama sekitar 30 menit setelah vaksinasi dan dalam keadaan sehat.

“Penting untuk memvaksinasi dan melindungi lansia karena mereka paling rentan terhadap penyakit parah dan komplikasi dari infeksi Covid-19,” kata Kemenkes.

Organisasi Kesehatan Dunia tidak menemukan bukti bahwa vaksin Pfizer-BioNTech berkontribusi pada peningkatan risiko kematian pada manula. Singapura menggunakan dua vaksin Covid-19 yakni Pfizer dan Moderna.(jpg)