batampos.co.id – Ricky Mahyar Italis, korban begal di Kedai Kopi Pojok 55 Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, mendatangi Sat Reskrim Polresta Barelang.

Ia menyampaikan apresiasi atas kinerja polisi yang berhasil menangkap pelaku dalam tempo yang cepat.

Meski begitu, ia mengaku kejadian perampokan yang menimpanya, membuatnya trauma.

”Saya apresiasi dan berterima kasih kepada teman-teman di Polresta Barelang. Kejadian ini cukup membuat saya trauma,” ungkap Ricky, saat ditemui di Mapolresta Barelang, Selasa (23/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ricky mengungkapkan, pembegalan itu terjadi saat ia sedang minum kopi bersama teman-temanya di Pojok Kopi 55 Tiban, Sabtu (20/2/2021) malam.

”Teman saya pulang duluan, tidak lama pelaku datang,” ujar PNS Pengadilan Agama Kota Batam tersebut.

Pelaku langsung menodongkan pisau dan meminta korban untuk menyerahkan ponselnya. Korban sontak berdiri.

”Dia ambil tas saya lalu kabur,” kata Ricky.

Ricky sempat mengejar pelaku dan melempar pelaku dengan ember cat. Namun, pelaku balik menyerang Ricky dengan pisau, beruntung dia menghindar dan pelaku langsung kabur.

Tas itu berisikan kunci mobil, charger, satu buah dompet berisikan uang tunai Rp 700 ribu, KTP asli, Sim A dan Sim C, kartu pegawai, kartu taspen, kartu NPWP, kartu ATM BCA, BRI syariah, BRI, bank Riau Kepri, Bank BNI, dan kartu kredit BCA, dengan total kerugian Rp 4 juta.

Dalam kejadian tesebut, pelaku berhasil kabur dan membawa barang-barang berharga milik Ricky.

Kasus ini pun ia laporkan ke pihak berwajib. Pelaku kemudian
diketahui bernama Ro. Ia sudah ditangkap, Senin (23/2/2021) siang di warung kopi di samping Hotel Bali, Lubukbaja.

Saat penangkapan tersebut, pelaku melakukan perlawanan sehingga dihadiahi timah panas.

Pria 34 tahun itu dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas). Ia terancam hukuman 9 tahun
penjara.

Sementara itu, Ro, pelaku begal di Kedai Kopi Pojok 55, Tiban Baru, Sekupang, mengaku merampok karena himpitan ekonomi.

Namun, uang hasil curian Rp 700 ribu yang ia dapat malah digunakan untuk membeli sabu.

”Uangnya habis saya gunakan untuk kebutuhan dan juga sabu-sabu,” ungkap pria 34 tahun ini di Mapolresta Barelang, kemarin.

Ro merupakan residivis kasus pencurian dengan modus pecah kaca. Sebelumnya, ia pernah ditangkap oleh Polsek Sekupang dan divonis hukuman enam tahun penjara.

”Tersangka baru tiga bulan bebas dari penjara, namun pelaku tidak juga jera,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol, Andri Kurniawan.(jpg)