batampos.co.id – Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Pemko Batam, rusak.

Mobil tersebut mengalami kerusakan saat memadamkan kebakaran lahan di kawasan Galang, Selasa (23/2/2021).

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Batam, Azman MP, mengatakan, dari dua unit mobil yang rusak itu, salah satunya telah diperbaiki dan satu unit lagi masih dalam proses perbaikan.


Adapun, kerusakannya berasal dari putusnya tali mesin, sehingga menyebabkan pompa di unit fire pump tidak bisa bekerja.

Mobil Pemadam Kebakaran (PBK) milik Pemko Batam saat menyemprotkan cairan disinfektan guna mencegah menularnya virus corona di dataran Engku Putri beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

”Intinya pompa rusak, sehingga tidak bisa menyedot air dan menyemprot. Total (mobil) yang dipunya Pemko ada 7 unit, tangki 3 unit, penyemprot 4 unit. Satu sekarang lagi dirawat,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Wali Kota Batam, Rabu
(24/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia mengungkapkan, kebakaran lahan di Galang telah teratasi dengan dibantu aparat TNI-Polri, pemadam kebakaran dari BP Batam dan manggala agni.

Termasuk juga, penanganan kebakaran di TPA Telagapunggur.

”TPA penanganan khusus, karena tumpukan sampah yang ada zat metan. Jadi pakai alat berat, timbun tanah, dan back up penyiraman air,” jelasnya.

Menurut Azman, jika dilakukan penyiraman dengan menggunakan air atau hujan deras, baru akan padam seminggu kemudian.

Sehingga, dilakukan penimbunan dan saat ini hanya mengeluarkan asap dan tidak ada api.

Mengenai jumlah titik api yang ada saat ini, Azman mengaku, belum dilakukan penghitungan seluruhnya.

Namun, untuk kebakaran lahan di bandara dan bukit Daeng, sudah dapat terselesaikan.

”Titik api lebih dari 10, luasannya di Galang 10 hektare. Selebihnya di bawah (luasan) itu. Seperti di Nongsa 5 hektare, penanganan semua pakai air. Kecuali yang di TPA Telagapunggur,
kita pakai alat berat dan ditimbun tanah,” jelasnya.(jpg)