batampos.co.id – Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menuturkan, apabila sekolah pada tahun ajaran baru sudah mulai kembali dibuka, protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. Bahkan, harus lebih ketat.

Beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan antara lain, pembatasan jumlah siswa dalam kelas, adanya thermo gun, westafel, dan hand sanitizer. Selain itu, harus dijaga kebersihan dan kedisiplinan dalam menjaga jarak saat waktu istirahat.

”Nanti sekolah harus mengatur jam sekolah dalam sistem sif sehingga tidak terjadi kerumunan. Bahkan jika perlu untuk tahap awal, sekolah tidak menerapkan jam pelajaran secara penuh, tapi bertahap sesuai dengan kondisi pandemi di tanah air. Yang penting sekolah tatap muka bisa dilakukan terlebih dahulu meski bertahap pelaksanaannya,” kata Syaiful Huda, Kamis (25/2).

Hal itu dia ungkapkan menyusul adanya pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 untuk pendidik dan tenaga kependidikan. Adapun, target yang dicanangkan adalah 5 juta vaksinasi.

Politikus PKB itu turut memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memulai proses vaksinasi kepada lima juta tenaga pendidik di tanah air. Menurut Syaiful Huda, hal tersebut akan menjadi langkah awal untuk memastikan keamanan proses belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah.

”Dengan vaksinasi para guru, mereka mempunyai imunitas untuk meminimalkan penularan Covid-19 kepada anak didik. Dengan demikian saat ini, tinggal mengatur bagaimana protokol kesehatan bagi anak didik agar proses belajar mengajar bisa berlangsung aman,” terang Syaiful Huda.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, setelah dilakukan di DKI Jakarta, vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan bisa diikuti dengan kegiatan serupa di provinsi-provinsi lain. Dengan memprioritaskan pemberian vaksin kepada PTK, Mendikbud berharap kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa segera dilakukan.

”Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Menteri Kesehatan atas komitmen dan prioritasi vaksinasi bagi PTK,” ucap Nadiem, Rabu (24/2).(jpg)