Jumat, 8 Mei 2026

BPS: Belasan Wisman Berkunjung ke Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Pandemi Covid-19 memang membuat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam menurun dratis.

Meski begitu, hingga Februari 2021 ini, sudah ada belasan wisman yang berkunjung ke Batam.

Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada angka kunjungan wisman pada awal tahun 2020 dengan 2021.

Sebab, meski tahun lalu sudah ada pandemi, namun pada awal tahun 2020 wisman masih bebas keluar masuk Indonesia.

Baru pada April, jalur Singapura dan Malaysia menuju ke Indonesia sangat dibatasi hingga kemudian ditutup.

Ilustrasi. Wisatawan asal Singapura berfoto bersama dengan latar belakang landmark Welcome To Batam. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Dalil Harahap/ batampos.co.id

”Kalau dari data kami memang terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Namun, kondisinya pada awal 2020 itu, jalur Singapura-Malaysia belum ditutup,” terang Rahmad seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Rabu (24/2/2021) lalu.

Disinggung untuk data wisman yang masuk ke Batam hingga Februari, menurut Kepala BPS, jumlah persisnya baru akan dirilis pada awal Maret mendatang.

Ia menyebut, jumlah wisman memang tak banyak, namun kuantitasnya masih tetap ada setiap bulannya.

”Untuk data Januari, baru dirilis awal bulan Maret ini, sedangkan Februari pada April, begitu untuk bulan-bulan selanjutnya. Untuk jumlahnya sedikit, mungkin belasan orang,” imbuh Rahmad.

Sedangkan untuk data wisatawan Nusantara (wisnus) atau wisatawan domestik, baru diperbarui setiap akhir tahun.

Hal itu dikarenakan data untuk kunjungan domestik lebih rumit dibanding wisman.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, pihaknya menggandeng swasta dan pelaku usaha pariwisata, terus berupaya menarik kunjungan wisman.

Namun, saat ini, target pariwisata Batam tak hanya wisman, namun juga wisnus.

”Kunjungan wisman masih tetap ada, meski tidak signifikan. Jalur untuk masuk ke Indonesia bisa melalui Kitas (kartu izin tinggal terbatas), diplomat, investor dan lainnya,” jelas Ardi.(jpg)

Update