batampos.co.id – Kurang dari 1,5 bulan ke depan, bangunan Pasar Induk Jodoh akan dibongkar. Pembongkaran pasar tersebut diserahkan ke pihak swasta melalui proses lelang. Setelah itu, akan dibangun yang nantinya diperuntukkan bagi sekitar 1.900 pedagang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, dalam rapat yang digelar bersama Tim Terpadu Kota Batam membahas terkait data pedagang, tahun 2018 lalu diketahui ada 1808 pedagang yang nantinya akan menempati pasar itu usai direvitalisasi. Namun, data itu berpotensi besar berubah.

”Namun, itu data 2018, sekarang mungkin sudah banyak perubahan, karena ada (pedagang) yang meninggal atau balik kampung,” ujar Gustian, Jumat (26/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Jika jumlah data itu berkurang, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya membuka peluang untuk pedagang baru mendaftar.

Sebab, jumlah kios dan tenan yang akan dibangun jumlahnya bisa ditempati lebih dari 1.900 pedagang.

Pasar Induk Jodoh. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

”Jadi, kemungkinan nanti ada pedagang baru yang memenuhi syarat untuk berjualan di pasar itu,” terang Gustian.

Mengenai adanya 69 penghuni yang saat ini menempati bangunan pasar sebelum dibongkar, Gustian menyebut tidak menjadi tanggung jawab pemerintah lagi.

Sebab, mereka masuk ke dalam bangunan Pasar Induk Jodoh dengan menjebol pagar pembatas.

”Penghuni baru ini nantinya disuruh keluar saja, tak ada relokasi untuk mereka,” ujar Gustian.

Batas waktu yang diberikan untuk penghuni yang menempati bangunan pasar yang akan dibongkar itu, hingga awal April. Jika tak juga pindah, maka tim terpadu akan melakukan upaya paksa.

”Kalau bisa baik-baik saja. Ya kalau tak didengar, terpaksa upaya paksa,” katanya.

Untuk memperbarui data para pedagang, nantinya akan dibentuk tim dari Pemerintah Kota Batam, Satpol PP, Bagian Aset dan perwakilan pedagang untuk dilakukan pendataan ulang.

Gustian berharap, revitalisasi Pasar Induk Jodoh yang telah lama dinantikan dan dengan anggaran besar dari pemerintah pusat, bisa segera terwujud.

”Jangan sampai uang yang sudah dianggarkan ini balik lagi ke Jakarta. Sayang sekali jika bantuan sebesar Rp 300 miliar untuk pembangunan pasar induk hilang begitu saja. Ini yang akan kita lakukan supaya semua berjalan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, mengatakan, revitalisasi Pasar Induk Jodoh telah dimulai dari tahun 2018 hingga tahun 2021.

Di bulan Februari hingga Maret 2021 ini, telah masuk proses lelang untuk pembongkaran pasar dan April sudah selesai pembongkaran.

”Biaya pembongkaran, berasal anggaran pendamping daerah yang dianggarkan dari APBD 2021. Ini adalah pemancing, supaya pemerintah pusat mengalirkan anggaran,” katanya.

Untuk pembangunan Pasar Induk Jodoh, akan dibiayai oleh APBN dengan pembangunan selama dua tahun, dan diperuntukkan bagi seluruh pedagang yang telah terdata sebanyak 1.808 pedagang di tahun 2018.

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu melanjutkan, DPRD Kota Batam akan melakukan evaluasi dampak dari pembangunan pasar ini dengan berkoordinasi lebih lanjut pada 1 Maret mendatang.

Dimana, pada saat itu, akan ada pertemuan yang dilakukan Pemko bersama pedagang.

”Diharapkan juga seluruh masyarakat dan pedagang, tidak ada yang menghambat, dan semua mendukung. Kita harus saling percaya antara pemerintah dan masyarakat. Negara melalui pemerintah tidak akan pernah menyengsarakan rakyat,” katanya.(jpg)