batampos.co.id – Suhu udara di Batam tercatat mencapai 32 derajat Celcius dalam beberapa hari ini. Penyebabnya, akibat kurangnya tutupan awan dan kelembaban yang rendah.

Berdasarkan catatan klimatologi Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim, kondisi ini akan berlangsung hingga pertengahan Maret.

”Dari catatan 30 tahun ini, di bulan Februari itu paling kering. Cuaca panas, serta intensitas hujan kurang,” kata Forecaster Stamet Hang Nadim, Ibnu Susilo, Minggu (28/2/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Ia mengatakan, cuaca seperti ini sudah lumrah dan terjadi setiap Februari. Ibnu mengatakan, di pertengahan Maret, kelembaban akan mulai meningkat.

Sehingga, potensi hujan juga ikut meninggi.

”Saya harap, masyarakat tidak bakar sampah atau lahan secara sembarangan. Karena dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan atau lahan,” tuturnya.

Ilustrasi. Para pekerja menggunakan payung saat keluar dari tempat kerja mereka. Saat ini suhu udara di Kota Batam mencapai 32 derajat celcius. Foto: batampos.co.id/Yusuf

Terkait cuaca panas ini, Kepala UPT Puskesmas Tiban Baru, drg Anna Hashina, mengatakan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) meningkat sebanyak 20 persen.

Faktor banyaknya debu yang beterbangan juga turut menyumbang angka kasus tersebut.

Itu karena cuaca panas akan meningkatkan metabolisme
tubuh dan akan menimbulkan banyak keringat.

Di saat berkeringat, apabila kurang minum air putih, maka cairan tubuh akan berkurang dan dapat menimbulkan dehidrasi.

”Dehidrasi ataupun kekurangan cairan tidak bisa dianggap hal yang sepele. Karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit, sakit kepala, gangguan penglihatan, hingga hilang kesadaran (pingsan) bahkan kematian,” ucapnya.

Oleh sebab itu, kata Anna, penting untuk meningkatkan kesehatan, dan menjaga tubuh terhindar dari dehidrasi.

Salah satu cara menghindari dehidrasi adalah minum air yang
cukup, sekitar 6 hingga 8 gelas sehari.

”Ada beberapa tip yang harus dilakukan masyarakat saat cuaca seperti ini, minum air putih yang cukup, batasi minuman berkafein yang bersifat diuretik (memicu hilangnya cairan tubuh), konsumsi buah-buahan yang mengandung kadar air tinggi, gunakan krim pelembab apabila berada di luar ruangan, kurangi aktivitas di luar ruangan, kenakan pakaian berbahan katun, dan
gunakan payung atau topi,” ungkapnya.

Anna mengatakan, agar masyarakat terhindar dari penyakit, harus istirahat yang cukup, melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir.

”Makan makanan yang bergizi, tidak merokok, dan selalu berpikiran positif. Satu hal yang penting lagi, terapkan protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan,” ucapnya.(jpg)