batampos.co.id – Vaksinasi Covid-19 sudah masuk dalam periode kedua setelah semua tenaga kesehatan sudah divaksinasi pada periode awal. Pada periode kedua, sasarannya adalah pekerja di sektor publik dan juga lansia. Vaksinasi dilakukan di sejumlah tempat. Dan sejumlah rumah sakit swasta ditunjuk sebagai penyelenggara vaksinasi.

Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, vaksinasi dilakukan di 13.600 fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh tanah air baik milik pemerintah maupun milik swasta, yang tentunya sudah terdaftar di Kemenkes. Vaksinasi juga dilakukan pada lembaga atau institusi penerima vaksin, misalnya vaksinasi terhadap TNI/Polri akan dilakukan vaksinasi di pelayanan kesehatan yang dimiliki oleh instansi tersebut termasuk juga dengan BUMN.

Vaksinasi massal di tempat, seperti yang sudah pernah dilakukan oleh Kemenkes di beberapa kota besar seperti di Jakarta, Bandung dan Surabaya serta kota besar lainnya di luar pulau Jawa. Lalu ada pula vaksinasi bergerak seperti menyasar para pedagang pasar.


Dalam hal ini, Kemenkes melakukan vaksinasi pertama terhadap pedagang di pasar Tanah Abang pekan ini. Menurut Maxi, meskipun pelaksanaan vaksinasi dilakukan beberapa tempat yang berbeda-beda, ia memastikan petugas vaksinasi yang akan diturunkan merupakan vaksinator yang sudah terlatih dan juga profesional.

Salah satu fasilitas kesehatan yang ditunjuk menjadi penyelenggara vaksinasi adalah RS Puri Cinere. RS ini juga ditunjuk sebagai salah satu fasilitas kesehatan penyelenggara vaksinasi Covid-19 gratis.

“Dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, khususnya di wilayah pinggir ibukota, Depok dan sekitarnya,” kata Kepala Bagian Humas RS Puri Cinere drg. Widya Karmadyanti dalam Seminar Ilmiah Tata Laksana Paripurna Diabetes Melitus di Era Pandemi Covid-19 memperingati Ulang Tahun RSPC ke-29 baru-baru ini secara daring.

Selain sebagai penyelenggara vaksinasi, RS juga siap menjadi Rujukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19 atau efek samping. Beberapa efek samping vaksinasi menurut BPOM sebelumnya cukup ringan hingga sedang. Ringan seperti nyeri pembengkakan di lokasi suntikan, nyeri otot dan demam. Dengan derajat berat, diare hanya 0,1 persen.

Menurutnya, RS terus dan harus memberikan penanganan di tengah kondisi ketersediaan tempat tidur yang terbatas, fasilitas sarana yang belum semua memadai, alat pelindung diri yang tidak mudah didapat pada saat awal, juga dengan gugurnya tenaga-tenaga kesehatan saat mereka melaksanakan tugas. Persiapan rumah sakit tidak hanya dari beberapa aspek seperti disebutkan di atas namun pemahaman akan regulasi, pedoman sebagai acuan kerja harus dilaksanakan rumah sakit dengan baik dan benar, menambah wawasan, pengayaan ilmu kedokteran sebagai dasar tenaga kesehatan atau dokter dalam memberikan tata laksana penanganan pasien-pasien Covid-19 juga harus diberikan secara konsisten dan berkesinambungan.

Di awal pandemi, ruang rawat isolasi Covid-19 hanya berjumlah 29 bed isolasi dan 3 bed ICU isolasi. Sesuai dengan instruksi dari Kementerian Kesehatan kepada seluruh rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas bed Covid-19, pihaknya kini melakukan konversi bed ruang rawat inap biasa menjadi ruang isolasi Covid-19.

Direncanakan pada awal Maret 2021, jumlah bed isolasi meningkat menjadi 44 bed dan jumlah ICU isolasi menjadi 6 bed. Seluruh ruang tersebut telah dilengkapi dengan tekanan negatif dan HEPA Filter, sehingga penanganan pasien Covid-19 dapat dilaksanakan secara aman bagi pasien, petugas, dan lingkungan.

“Peran bersama, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, elemen masyarakat dan seluruh warga negara maka upaya untuk mengatasi pandemi Covid 19 dapat dilaksanakan dengan baik dan Indonesia bebas Covid-19, Indonesia sehat dapat tercapai,” tegas drg. Widya.(jpg)