batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam masih menunggu jadwal resmi tiket lebaran tahun ini.

Kepala Pelni Cabang Batam, Kapten Agus, mengatakan, sampai saat ini jadwal keberangkatan kapal Pelni jelang lebaran belum dikeluarkan dari kantor pusat Pelni.

”Belum bisa dipesan (tiket lebaran,red), karena jadwal dari Pelni pusat belum keluar,” katanya, Senin (1/3/2021).


Agus juga mengaku belum mengetahui jumlah kapal yang beroperasi jelang lebaran nanti.

Apakah ada penambahan jumlah kapal atau tidak, itu tergantung kepada jumlah penumpang. Pelni daerah akan mengusulkan ke pusat, sehingga dilakukan penambahan armada.

”Kalau ada lonjakan, tentu ditambah. Kita lihat nanti seperti apa,” beber Agus.

Ilustrasi. Para penumpang antre naik ke KM Dorolonda tujuan Belawan di pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam masih menunggu jadwal resmi tiket lebaran tahun ini. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Terkait pembelian tiket sendiri, Agus terus mengingatkan kepada calon penumpang agar menghindari pembelian tiket KM Kelud melalui jasa atau oknum calo.

”Membeli tiket menggunakan calo atau jasa yang tidak resmi itu, selain merugikan calon penumpang, juga dapat menimbulkan masalah bagi calon penumpang KM Kelud itu sendiri,” Agus mengingatkan.

Disebutkannya, ada tiga tahap pemeriksaan sebelum naik kapal, meliputi pemeriksaan pada saat pembelian tiket, pemeriksaan pada saat check in dan pemeriksakan pada saat hendak naik kapal.

”Sangat ketat. Kita lakukan ini agar tidak ada lagi penumpang
naik tanpa tiket. Jangan tergiur dengan calo yang menjanjikan ini itu, sehingga merugikan masyarakat itu sendiri,” imbau Agus.

Dilanjutkannya, selama ini banyak calon penumpang mengalami kendala saat hendak berangkat menggunakan KM Kelud di Pelabuhan Batuampar.

Pasalnya, tiket warga itu hilang atau tidak diberikan oknum calo. Selain itu, uang yang diberikan calon penumpang tersebut untuk membeli tiket kepada oknum calo dilarikan, dan banyak peristiwa lainnya yang menimpa para penumpang.

”Beberapa waktu lalu, ada sekitar 20 penumpang yang kita tahan dan tak boleh berangkat karena mereka tergiur dengan calo. Mereka dijanjikan tiket dari calo, tapi pada saat naik, tiket itu tidak ada. Saya tetap tidak diizinkan berangkat. Sebab, kalau ada
apa-apa, itu nanti dari tiket,” ucapnya.

Selanjutnya, penerapan protokol kesehatan sangat penting untuk diketahui penumpang pada saat naik kapal.

Selain itu, kapasitas penumpang selama Pandemi Covid-19 ini juga akan dibatasi 50 persen dari kapasitas kapal.

Hal ini bertujuan untuk memberi jarak bagi penumpang, khususnya dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.

”Prokes ketat masih dilakukan,” pungkasnya.(jpg)