batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina menyampaikan pesan dan
pertanyaan pelaku industri dan pariwisata di Kepri kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin tentang vaksin mandiri atau gotong royong.

Dalam pesan itu mereka bertanya kapan vaksin mandiri itu bisa mereka peroleh.

“Mengingat Batam daerah industri, mereka bertanya kapan kira-kira vaksin mandiri bisa mereka peroleh. Demikian juga pelaku wisata dan industri di Bintan, juga menanyakan hal yang sama,” tanya Marlin dalam video conference rapat rutin Koordinasi Monitoring Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Graha Kepri, Batam, Selasa (2/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Dalam rapat itu, Marlin melaporkan aktivitas vaksinasi di Kepri sejak dimulai Januari lalu. Menurutnya, semua sudah sesuai dengan target dari Kementerian Kesehatan.

Malah Maret ini, estimasi pemberian vaksin tahap kedua juga dilaksanakan. Wagub Marlin menambahkan, saat ini Pemprov Kepri tengah memprioritaskan pemberian vaksin kepada
para lansia.

Hal ini sejalan dengan kebijakan pusat yang harus mendahulukan para lansia. Karena itu, dia meminta semua wilayah di Kepri, agar memprioritaskan alokasi vaksin yang saat ini masih tersedia untuk para lansia.

“Alhamdulillah semua lancar sesuai target Kemenkes. Termasuk kelompok yang diprioritaskan, tenaga kesehatan. Juga TNI Polri,” kata Marlin.

Dalam pemaparan itu, Marlin menyampaikan hambatan pendistribusian untuk tujuh
kabupaten/kota di Kepri.

Terutama kendala transportasi karena Kepri 96 persen terdiri dari lautan. Termasuk juga hambatan ruang penyimpanan di beberapa kabupaten. Sehingga perlu pertimbangan dalam pendistribusian.

Wakil Gubernur Kepri, Amrlin Agustina. Foto: Istimewa 

“Besar harapan kami kepada pemerintah pusat untuk memberikan dukungan dan perhatian khusus dalam pelaksanaan vaksinasi di Kepri,” harap Marlin.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, Permenkes tentang vaksin gotong royong atau mandiri sudah dikeluarkan pihaknya.

Menurutnya akhir Maret atau awal April nanti diperkirakan vaksinnya sudah keluar.

“Ingat ini tetap gratis untuk rakyat atau karyawannya. Silakan mereka berkoordi-
nasi,” kata Budi.

Budi mewanti-wanti, bahwa vaksin gotong royong ini jangan pula diperjualbelikan. Harus tetap diberikan secara gratis.

Bila perusahaan yang membeli, maka tidak boleh karyawannya diminta beli bila mau divaksin. Menkes juga memastikan, setelah nakes terlayani vaksin, maka menyusul sasaran berikutnya adalah lansia di atas usia 60 tahun.

Kelompok lansia ini, harus sudah terlayani vaksin sampai akhir Juni 2021 mendatang.
Karena mereka adalah pihak yang paling rentan terpapar Covid-19 dan sangat beresiko
dengan kematian.(jpg)