batampos.co.id – Gerakan Pengambilalihan Kedaulatan Partai Demokrat (GPK PD) yang dilakukan oleh segelintir orang mengatasnamakan kader dan pendiri Partai Demokrat serta menghembuskan isu akan mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat mendapatkan tanggapan dari beberapa kalangan kader.

Salah satunya dari Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam, Helmy Hemilton. Ia mengatakan, GPK PD sebagai sesuatu yang sesat pikir dan wadah berkumpulnya penghianat partai.

“Hasil Kongres ke V Partai Demokrat yang memilih Mas AHY pada tahun 2020 yang lalu adalah sah dan sudah disahkan oleh pemerintah dalam hal ini Kemenkumham pada bulan maret 2020,” ujarnya.


Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam, Helmy Hemilton (kanan) bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Kata dia, selama dipimpin AHY Partai Demokrat telah mengalami kemajuan yang sangat luar biasa dan dibuktikan dengan hasil survei yang menempatkan Partai Demokrat sebagai Partai 5 Besar.

“Banyak hal yang sudah di instruksikan oleh Ketum AHY dalam rangka bekerja untuk kemajuan Partai Demokrat. Jadi saya melihatnya hasil prestasi mas AHY dianggap sebagai sebuah ancaman bagi pihak-pihak yang tidak suka dengan capaian Partai Demokrat dibawah kepemimpinan mas AHY,” paparnya.

Menurutnya, ada beberapa mekanisme yang harus dilakukan sebelum dilakukannya KLB.

Serta harus dilaksanakan oleh DPP Partai Demokrat dan harus mendapat persetujuan dari Majelis Tinggi Partai sesuai AD ART.

“Jadi apa yang dibilang oleh para pengusung KLB itu adalah hal yang abal-abal dan sesat pikir. Apalagi seperti yang kita ketahui bersama bahwa oknum-oknum tersebut sudah pada pindah partai dan DPP Partai Demokrat sudah memberhentikan dengan tidak hormat oknum-oknum tersebut,” jelasnya.

“Apabila memaksakan (KLB digelar,red) wilayah Kepri kami akan lawan dan saya akan berada di garis terdepan,” paparnya.(*)