batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akhirnya
menenggelamkan 10 kapal ikan asing yang sebelumnya tertangkap mencuri ikan (illegal fishing) di perairan Kepri.

Dari 10 kapal, empat ditenggelamkan pada Rabu (3/2/2021) dan enam unit pada Kamis (4/3/2021) di perairan Pulau Air Raja, Galang.

Kajari Batam, Polin Octavianus Sitanggang, menuturkan, kesepuluh kapal ini sudah lama diputuskan untuk dimusnahkan
dengan cara ditenggelamkan.


Ini artinya, kapal-kapal yang dimusnahkan ini sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

”Jujur saja ini sudah lama diputuskan, cuma karena ada banyak kendala selama ini, termasuk anggaran, maka baru sekarang dilaksanakan,” ujar Polin saat membuka seremonial penenggelaman kapal di kantor PSDKP Batam di Jembatan II Barelang, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Pemusnahan kapal sitaan negara ini, sebut Polin, awalnya
direncanakan hanya empat unit.

Namun belakangan, ada dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sehingga total sepuluh unit.

Ilustrasi. Kapal Ikan Asing (KIA) yang kedapatan melakukan ilegal fishing di perairan Indonesia khususnya di Provinsi Kepri. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Penenggelaman ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan dan disaksikan semua pihak terkait.

”Penenggelaman ini bukti bahwa semua stakeholder pengawas perikanan dan kelautan solid dan kompak untuk menjaga wilayah perairan kita dari aksi illegal fishing. Ini patut apresiasi,”
tutur Polin.

Penenggelaman ini, lanjut Polin, sudah sesuai dengan putusan pengadilan dan memang harus ditenggelamkan.

”Kenapa harus ditenggelamkan? Kenapa tak diberdayakan saja. Ini semua sudah dipertimbangkan secara matang dan sudah diputuskan untuk ditenggelamkan,” sebutnya.

Kapal-kapal ini ditenggelamkan di lokasi yang sudah ditentukan, yang jauh dari titik koordinat aktivitas pelayaran ataupun aktivitas masyarakat.

Penenggelaman ini bertujuan untuk memberikan efek jera bagi pelaku illegal fishing.

Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, Salman Mokoginta, di lokasi yang sama menyampaikan, kapal ikan asing yang diputuskan dimusnahkan hanya sepuluh kapal tersebut.

Kapal-kapal ini sudah berkekuatan hukum tetap. Masih ada 20
kapal bermasalah lainnya yang diamankan di dermaga PSDKP Batam, menanti proses pelelangan.

”Yang berkaitan dengan kejahatan perikanan sesuai putusan pengadilan dimusnahkan dan ada sepuluh unit yang sudah kita tenggelamkan ini. Sisanya 20 ini kapal bermasalah lain yang putusannya dilelang namun masih dalam proses,” ujar Salman.

Penenggelaman ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan dan disaksikan semua pihak terkait.

”Penenggelaman ini bukti bahwa semua stakeholder pengawas perikanan dan kelautan solid dan kompak untuk menjaga wilayah perairan kita dari aksi illegal fishing. Ini patut apresiasi,”
tutur Polin.

Penenggelaman ini, lanjut Polin, sudah sesuai dengan putusan pengadilan dan memang harus ditenggelamkan.

”Kenapa harus ditenggelamkan? Kenapa tak diberdayakan saja. Ini semua sudah dipertimbangkan secara matang dan sudah diputuskan untuk ditenggelamkan,” sebutnya.

Kapal-kapal ini ditenggelamkan di lokasi yang sudah ditentukan, yang jauh dari titik koordinat aktivitas pelayaran ataupun aktivitas masyarakat.

Penenggelaman ini bertujuan untuk memberikan efek jera bagi pelaku illegal fishing.

Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, Salman Mokoginta, di lokasi yang sama menyampaikan, kapal ikan asing yang diputuskan dimusnahkan hanya sepuluh kapal tersebut.

Kapal-kapal ini sudah berkekuatan hukum tetap. Masih ada 20
kapal bermasalah lainnya yang diamankan di dermaga PSDKP Batam, menanti proses pelelangan.

”Yang berkaitan dengan kejahatan perikanan sesuai putusan pengadilan dimusnahkan dan ada sepuluh unit yang sudah kita tenggelamkan ini. Sisanya 20 ini kapal bermasalah lain yang putusannya dilelang namun masih dalam proses,” ujar Salman.(jpg)