batampos.co.id – Dusun Sedak yang terletak di Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, hingga kini belum dapat menikmati listrik. Kondisi ini sudah dirasakan warga selama puluhan tahun lamanya.

“Tidak hanya untuk kebutuhan listrik rumah tangga, tapi juga untuk mendukung proses produksi dan kegiatan usaha pun menjadi terhambat,” ucap seorang warga Dusun Sedak, Awaludin, Rabu (3/3/2021).

Lanjut dia lagi mengatakan sumber energi untuk menghasilkan listrik di wilayah itu selama ini menggunakan mesin genset diesel pribadi berkapasitas rendah. Itu pun hanya dimiliki oleh beberapa rumah tangga saja. Satu genset tersebut hanya dapat dimanfaatkan dan disalurkan untuk satu rumah warga lainnya.


“Sebab kapasitasnya tidak kuat, selebihnya rumah warga yang tidak bisa terbantu terpaksa menggunakan lampu minyak tradisional pada malam hari,” bebernya.

Masih kata dia, ada sebanyak kurang lebih 50 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Sedak. Wilayah pulau ini tidak jauh dari Kota Tarempa. Jarak tempuh hanya 30 menit menggunakan tranportasi laut pompong.

“Kami juga membutuhkan listrik untuk penerangan rumah kami maupun jalan di daerah dusun kami, namun tidak ada respon sama sekali,” keluhnya.

Lanjut dia lagi mengatakan dalam sehari warga yang memiliki genset diesel untuk penerangan itu menghabiskan 10 liter minyak solar setiap malam. Diperkirakan dalam satu bulan biayanya sekitar dua juta rupiah.

Sementara itu, Kepala Desa Tarempa Timur, Syawal, mengatakan persoalan lampu atau penerangan rumah dan jalan di Dusun Sedak itu sudah lama terjadi.

“Kalau itu saya belum bisa berikan keterangan lah, belum tau detailnya, itu orang kalau keluh kesah nggak mau ke Desa. Kemaren kita sudah minta anggaran juga dieselnya, nah itu jadi dia orang jangan keluh media saja,” sebutnya.

“Kalau masalah lampu kan di Dusun Sedak itu sudah lama, PLN kan tidak nyambung, kalau mau berdiskusi meminta keterangan kita nggak usah lewat HP, panggil itu yang bersangkutan warga Sedak, kita berdiskusi macam mana,” ucap Kades Tarempa Timur, Syawal (4/3/2021).

Sementara itu, Sekretaris Desa Tarempa Timur, Riko, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah mengajukan usulan terkait penerangan di Dusun Sedak. Sebab di Dusun itu tidak pernah menyampaikan usulan pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa, RT dan RW.

“Malah permintaan pak RT, Pak RW, yaitu jalan kayu yang sudah rentan yang perlu diperbaiki,” kata Riko.

Masih kata dia, pihaknya sebelumnya pernah mengajukan usualan itu ke Dinas ESDM di daerah ini. “Dinas ESDM pun pernah turun kesini datang ke kantor, untuk melakukan perbaikan-perbaikan tapi hingga sampai saat ini belum ada terealisasinya. Mereka sudah minta data, seperti penerangan lampu jalannya, mereka minta data mana yang rusak untuk diperbaiki, tapi saat ini terealisasinya tidak ada,” bebernya. (fai)