batampos.co.id – Sebanyak 15 ruas jalan di Batam akan dibangun
sepanjang tahun 2021 ini. Proses tender tengah berlangsung dan diperkirakan mulai pengerjaan awal April mendatang.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, proyek pembangunan jalan itu dianggarkan oleh Pemko Batam, BP Batam dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total 15 ruas jalan.

Rinciannya, pembangunan Pemko Batam sebanyak 6 ruas jalan, BP Batam 7 ruas jalan, dan 2 proyek jalan nasional.


”Proses sudah berlangsung, ini sedang proses (menemukan) pemenang (lelang), insya Allah April pelaksanaan awal,” terang Amsakar, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Adapun, rencana pembangunan tahun ini yang berasal dari Pemko Batam seperti pembangunan bundaran Simpang Barelang dan Simpang Basecamp, pelebaran jalan di depan Perumahan Dutamas, Simpang Greenland, dan Simpang Bengkong Golden Prawn.

Pembangunan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam 2021. Sementara, pembangunan
yang bersumber dari BP Batam, seperti pengembangan Pelabu-
han Batuampar serta jalan penghubungnya, dibangun secara bertahap sampai lima lajur hingga Simpang Kepri Mall.

Alat berat dikerahkan untuk menunjang proses pembangunan dua jalur Jalan Trans Barelang, Rabu (3/3/2021). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Kemudian, peningkatan ruas jalan Simpang Seiharapan ke Pelabuhan Sekupang yang dilengkapi jogging track dan jalur sepeda yang direncanakan selesai akhir tahun 2022.

Selain itu, peningkatan jalan Ocarina yang menghubungkan
Batam Center dan Bengkong.

Di jalan ini juga dilengkapi jalur pesepeda. Selanjutnya, pengembangan Rumah Sakit Badan Penggusahaan (RSBP)
serta Taman Kolam Sekupang, yang mana di depannya juga
akan ditata.

Kemudian, untuk proyek anggaran nasional, pelebaran jalan dari Seiharapan menuju Batuaji dan pelebaran jalan di Seibeduk.

”Upaya kami untuk melakukan percepatan pembangunan, sehingga infrastruktur Batam lebih bagus lagi. Hal ini tak menutup kemungkinan dapat mempercepat perputaran
roda perekonomian Batam,” tegas Amsakar.

Dikatakannya, proses pembangunan oleh Pemko Batam sempat terkendala pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan.

Namun, Tim Terpadu telah bernegosiasi dengan sejumlah pedagang dan telah mendapatkan jalan keluar. Surat pemberitahuan untuk penertiban ruas jalan yang akan dibangun tersebut, juga sudah dilayangkan.

”Pak Asisten yang ditugasi telah melakukan pembicaraan dengan para pedagang. Intinya, ada relokasi atas penertiban tersebut, karena pertimbangan kami kondisi wabah Covid-19 ini,” imbuh Amsakar.

Tak hanya terkait ruas jalan baru, Pemko Batam juga mendesak Pemprov Kepri melanjutkan pembangunan jalan dari Simpang Frengky hingga Terowongan Pelita.

Sebab, kondisi jalan tersebut sudah cukup banyak dikeluhkan masyarakat.

”Saya dapat info beberapa waktu lalu, ada yang jatuh karena kondisi jalan rusak. Hal itu diduga karena pada bulan Desember lalu, intensitas hujan cukup tinggi, yang membuat jalan cepat rusak, tapi saat itu sudah ada penambalan. Namun, kami tetap sampaikan agar proses pembangunan dilanjutkan,” kata Amsakar.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta dukungan semua pihak terhadap rencana pembangunan di Batam yang dikerjakan tahun ini.

Menurutnya, semua pembangunan fisik tersebut bertujuan mengakselerasi pemulihan ekonomi Kota Batam.

Sehingga, tercipta tatanan kota yang estetik sekaligus memudahkan akses ekonomi bagi seluruh masyarakat.

”Kami butuh dukungan bapak ibu semua, para mubalig, para tokoh agama, beri pemahaman ke masyarakat tujuan pembangunan kita ini,” kata Rudi, saat acara peluncuran Aplikasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam dan Sosialisasi Zakat Profesi di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/3/2021).

Rudi juga mengatakan, apa yang dirintisnya saat pemerintahannya saat ini, diharapkan juga memberi manfaat yang sangat luas bagi generasi Batam di masa mendatang.

”Saya hanya ingin Kota Batam ini cantik untuk kita dan anak cucu kita semua,” tuturnya.(jpg)