batapos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemnedikbud) mempersiapkan 16 ribu pelajar untuk dijadikan wirausahawan.

Hal itu akan diwujudkan melalui Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) meluncurkan.

Program ini merupakan bantuan untuk mengikuti kursus dan pelatihan berbasis industri dan peluang wirausaha.


Direktur Kursus dan Pelatihan, Wartanto, menuturkan, tahun ini adalah kedua kalinya Kemendikbud melangsungkan program tersebut.

Pihaknya akan menyalurkan bantuan PKK pada 50 ribu dan PKW kepada 16.676 peserta didik di seluruh Indonesia.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2021 ini menyalurkan dana bantuan kepada 50 ribu calon peserta didik program PKK dan kepada 16.676 calon peserta didik program PKW,” jelas dia dalam peluncuran Program PKK-PKW 2021.

Menurutnya, pelaksanaan program PKK dan PKW di era normal baru akan menemui banyak tantangan baru yang dihadapi bagi para calon penyelenggara program.

Ilustrasi UMKM. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Selain protokol kesehatan yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan program, materi ilmunya pun juga harus dipriotaskan.

“Jenis-jenis keterampilan yang diajukan pun harus mampu memberikan dampak lebih cepat bagi para lulusan program,” ujarnya.

Program ini dapat diajukan oleh lembaga kursus dan pelatihan, satuan pendidikan formal dan non formal lainnya serta lembaga di mana pun di seluruh Indonesia, yang melaksanakan fungsi pelatihan yang memenuhi persyaratan.

Wartanto juga menyebutkan, penguatan Program PKK dan PKW tahun ini adalah dengan menjangkau lebih luas anak usia sekolah tidak sekolah (ATS).

Sehingga kesempatan menjadi manusia berdaya adalah milik semua anak demi pembangunan SDM Indonesia secara luas.

Sementara itu, Dirjen Diksi Wikan Sakarinto menyebut, program PKK dan PKW adalah salah satu program prioritas yang diciptakan untuk mendukung prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam visi pembangunan manusia.

“Tidak hanya sekolah formal, pendidikan vokasi pada sekolah non-formal yang menjadi fokus pada program ini pun harus bersinergi secara erat dengan industri dan dunia kerja, termasuk di dalamnya peningkatan kerja sama dengan UMKM maupun industri besar,” jelas dia.(jpg)