batampos.co.id – Penyidikan dugaan korupsi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, ternyata sudah sampai pada tahap pemeriksaan saksi yang jumlahnya belasan orang.

Bukan hanya pegawai Dishub Batam, tapi juga sejumlah pihak yang mengetahui adanya dugaan korupsi di dinas tersebut.

”Iya, sudah belasan orang diperiksa. Ada dari Dishub, ada juga dari pihak lain. Jumlah pastinya saya tak bisa sampaikan,” ungkap Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi, Kamis (4/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Ia mengatakan, proses penyidikan akan terus berjalan sampai tuntas. Namun, ia juga enggan membuka hasil pemeriksaan para saksi.

Menurutnya, keseluruhan pihak yang diperiksa, termasuk Kepala Dishub Batam, rustam Effendi, masih berstatus sebagai saksi.

Penyidikan yang dilakukan dengan memeriksa saksi adalah untuk mengumpulkan bukti dan menemukan titik terang adanya perbuatan melawan hukum.

”Semuanya masih berstatus saksi. Ada waktunya nanti kami sampaikan hasil penyidikan, sabar,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Kepala Kejari Batam, Polin Oktavianus Sitanggang, menegaskan bahwa alasan dia enggan membuka substansi penyidikan dugaan kasus korupsi Dishub Batam.

Ia mengaku sengaja merahasiakan proses penyidikan karena dikhawatirkan adanya intervesi pihak lain, sehingga penyidikan
terkendala.

Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Effendi (kiri), meninggalkan kantor Kejari Batam usai menjalani pemeriksaan oleh tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, selasa (2/3/2021). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

”Apalagi penanganan kasus dugaan korupsi ada pro dan kontranya. Ada saatnya kami sampaikan hasilnya. Saat ini biarkan berjalan dulu. Kalau terlalu dibuka, nantinya ada
yang menghalangi, jadi biar sampai selesai dulu,” kata

Polin di sela kegiatan pemusnahaan barang bukti kapal nelayan asing bersama Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di Galang, kemarin.

Disinggung apakah saat ini ada gangguan atau upaya penghalangan penyidikan tersebut? Polin enggan berkomentar.

”Kita tidak usah berpikiran yang aneh. Untuk menghindari itu saja,” katanya.

Namun, Polin berjanji akan secepat mungkin menuntaskan penyidikan dan membeberkannya.

Polin juga menjamin semua pihak yang terkait kasus ini akan diperiksa atau dimintai keterangan, dan siapapun yang terlibat
akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

”Biarlah penyidik bekerja dengan baik. Kalau bisa besok (hari ini, red) selesai,” tutupnya.

Disinggung terkait siapa saja yang telah diperiksa, menurut Polin, pihaknya akan memeriksa mereka yang tersangkut paut dalam dugaan kasus tersebut.

Sehingga ditemukan titik terang apakah benar terjadi dugaan
korupsi.

”Untuk jumlahnya, saya belum dapat laporan dari penyidik,” kata Polin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Effendi, juga sudah diperiksa penyidik seharian penuh, Selasa (2/3/2021) lalu.

Kemudian menyusul beberapa anak buahnya. Informasi yang diperoleh Batam Pos, dugaan korupsi di Dishub Batam ini diduga
terkait retribusi atau pungutan uji Kir.

Namun, penyidik belum mengamini dugaan itu karena tidak ingin ada intervensi apapun dan dari pihak manapun selama penyidikan
berlangsung.(jpg)