batampos.co.id – Secara klimatologi, cuaca di Batam pada Februari dan Maret merupakan yang terendah curah hujannya sesuai pengamatan dalam 30 tahun terakhir.

Stasiun Meteorologi Hang Nadim mencatat, hujan diperkirakan akan meningkat kembali pada akhir Maret atau awal April hingga Mei nanti.

Forecaster BMKG Batam, Rizky F Widowati, mengatakan, curah hujan akan turun lagi di Juni, namun kembali naik di Juli dan Agustus.


Setelah itu, kembali turun di September. Namun, intensitasnya kembali naik pada Oktober.

”Hingga puncak hujan paling tinggi di November, Desember dan Januari. Batam ini tidak mengenal musim kemarau atau penghujan. Selalu ada hujan setiap bulannya, tapi intensitasnya berbeda-beda,” katanya, Jumat (5/3/2021)

Ia mengatakan, kelembapan di Batam sebenarnya sudah mulai tinggi. Tapi, akibat angin kencang, pembentukan awan hujan menjadi minim.

Ilustrasi. Stasiun Meteorologi Hang Nadim mencatat, hujan diperkirakan akan meningkat kembali pada akhir Maret atau awal April hingga Mei nanti. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Di pagi hari itu, kelembapan rata-rata sudah 70 hingga 80
persen. Tapi, angin relatif kencang, masih 15 knot,” ungkapnya.

Melihat data-data yang dikumpulkan Stamet Hang Nadim, Rizky, mengatakan, tren hujan akan mulai terjadi di akhir Maret.

”Saat ini memang sudah mulai menuju ke basah, tapi potensinya sangat minim. April kemungkinan akan meningkat hujannya,”
katanya.

Stamet Hang Nadim mendapatkan informasi, bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga besar dan disertai petir, telah terjadi di Kecamatan Galang, Jumat (5/3/2021) pukul 13.50 WIB.

Perkiraan cuaca untuk Sabtu (6/3/2021), yakni cerah berawan. Potensi hujan juga sangat minim.

Hujan diperkirakan turun hanya di wilayah dekat Lingga. Stamet Hang Nadim meminta masyarakat yang beraktivitas di perairan Natuna dan Anambas, agar berhatihati terhadap potensi gelombang tinggi.(jpg)