batampos.co.id – Rencana penerapan kartu kendali untuk pembelian BBM jenis premium, masih digodok.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama Pertamina dan instansi lain terkait belum juga menemukan penghitungan pasti terkait kuota pembelian premium dengan kartu kendali.

Karena itu, muncul opsi pembelian tanpa kartu, namun dengan beberapa batasan.


Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pihaknya bersama tim masih tetap menggelar rapat dua kali seminggu.

Namun, penghitungan kuota atau batasan setiap kendaraan yang bisa mendapatkan premium dengan kartu kendali, belum
diputuskan.

Antrean kendaraan roda empat saat hendak mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Kota Batam. dalam beberapa hari terakhir BBM jenis premium dan pertalite langka di sejumlah SPBU. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

”Senin depan masih rapat terkait evaluasi rapat kemarin. Ini juga masalah data (jumlah) kendaraan, makanya agak lama mendapatkan hasil pasti,” kata Gustian, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dikatakannya, dalam rapat Senin depan (8/3/2021), pihaknya akan kembali memanggil seluruh SPBU di Batam.

Hal itu terkait koordinasi rencana penerapan kartu kendali pem-
belian premium.

”Kami juga mempertanyakan bagaimana jika pembatasaan kuota premium segini, berapa jarak tempuh kendaraan nantinya, dan banyak hal lagi yang dikoordinasikan,” imbuh Gustian.

Sebab, lanjut Gustian, dalam rapat pembahasaan rencana kartu kendali premium, ada juga tim yang mengusulkan opsi lain.

Yakni, pembelian premium dengan dua cara. Pertama, dengan kartu kendali dimana pembelian dibatasi 20 liter per hari. Kemudian, pembelian tanpa kartu kendali, namun nominalnya dibatasi lebih kecil ketimbang menggunakan kartu kendali.

”Nah, ini opsi lain lagi, ini yang mau kami pertegas seperti apa nantinya. Mudah-mudahan sebelum April sudah selesai,” terang
Gustian.

Dikatakan Kepala Dinas, dari 147 ribu kiloliter (kl) premium
untuk Batam, sekitar 5 persen atau sebanyak 6 ribu kl diperuntukkan bagi nelayan.

Sedangkan sisanya untuk kendaraan roda empat dan dua.

”Sekarang memang tak ada informasi lagi soal kelangkaan, namun tujuan kartu kendali ini untuk antisipasi ke depannya. Apalagi kondisi masyarakat saat ini sedang sulit,” pungkas Gustian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Disperindag menggandeng Pertamina akan menerapkan kartu kendali untuk pembelian premium.

Adapun, kartu kendali premium ini hanya berlaku untuk kendaraan yang memiliki kapasitas silinder 2.000 cc ke bawah untuk mobil, dan 160 cc ke bawah untuk roda dua.

Rencana penerapannya akan dimulai April mendatang.(jpg)