batampos.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang meringkus Je, 36, dan Da, 27, Jumat (5/3/2021) sore.

Keduanya ditangkap usai menjambret di Baloi, Lubukbaja. Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, mengatakan, penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan korban, Lety Yohanes pada Jumat (26/2/2021) pekan lalu.

Usai dijambret, mahasiswa Universitas International Batam (UIB) ini mengalami kerugian Rp 5 juta.


”Dari laporan itu kita lakukan penyelidikan, dan mendapatkan ciri-ciri pelaku,” ujar Andri seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Kedua pelaku memiliki peran yang berbeda. Jebertugas sebagai eksekutor atau pengambil barang korban, sedangkan Da sebagai joki. Keduanya ditangkap di kediamannya masing-masing.

Je ditangkap di Taman Kota, Seipanas, sedangkan Da di Legenda Malaka, Batam Kota.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Satria FU, dua tas sandang, ponsel, dan ijazah asli korban.

”Pelaku menjambret pada siang hari, saat korban hendak pulang dari kampus,” kata Andri.

Dari pengakuan Je, ia terpaksa menjambret karena membutuhkan biaya untuk menikah. Rencananya, duda tanpa anak tersebut akan menikahi gadis asal Cilacap, Jawa Tengah, pada pertengahan Maret ini.

”Rencana dua minggu lagi mau nikah. Saya enggak ada uang, dan enggak ada kerjaan,” kata Je yang juga residivis kasus penadah barang curian ini.

Je menjelaskan, rencana pernikahannya itu sudah diketahui pihak keluarga dan mendapatkan restu.

”Orangtua saya sudah beberapa kali VC (video call) dengan dia (calon istri). Sudah disetujui,” kata pria asal Medan ini.

Sementara dari pengakuan Da, ia terpaksa menjambret karena membutuhkan biaya untuk kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan, sudah mengenal Je sejak 3 tahun yang lalu.

”Saya sempat balik ke kampung (Pekanbaru) karena tidak ada kerjaan. Lalu balik lagi (ke Batam),” ungkap ayah dua anak ini.(jpg)