batampos.co.id – Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan fokus pada berbagai bidang inovasi teknologi. Mulai dari kesehatan hingga pangan.

“BPPT fokus pada kemandirian bahan baku obat, alat kesehatan untuk penanganan covid-19, teknologi tepat guna pangan, pencegah stunting dan smart farming,” jelas Kepala BPPT Hammam Riza dalam Rakernas BPPT 2021 secara daring, Senin (8/3/2021).

Kemudian, di bidang teknologi kebencanaan, BPPT saat ini tengah membangun infrastruktur sistem peringatan dini tsunami. Selain itu, terdapat pula teknologi rekayasa cuaca untuk pencegahan kebakaran hutan dan bencana banjir.


BPPT juga berperan dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik serta melaksanakan big data untuk mendukung satu data Indonesia. Semua itu sesuai dengan era revolusi industri 4.0.

“Kami menginisiasi artificial intelegent menjadi masukan bagi rancangan Peraturan Presiden (Perpres) terkait dengan kolaborasi utk inovasi kecerdesaan artificial intelegent,” ujar dia.

Kata dia, BPPT juga telah mampu membangun pabrik pemutihan garam rakyat berkapasitas 40 ribu ton per tahun serta membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga sampah skala 100 ton per hari.

Bahkan membuat percontohan pengolahan emas bebas merkuri di pertambangan emas skala kecil.

Begitu juga untuk sektor energi baru-terbarukan, BPPT telah menghasilkan pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil.

Sedangkan di bidang teknologi kendaraan bermotor listrik, BPPT telah menghasilkan fast charging station hingga motor listrik.

“Sedangkan untuk bidang kemaritiman BPPT telah menghasilkan disain tabel pengawas yang dimanfaatkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” imbuh dia.

Sementara itu, pada bidang teknologi pertahanan dan keamanan BPPT juga terus mengupayakan pesawat nirawak Elang Hitam. Harapannya, drone ini akan perdana terbang pada 2021.

“Kami bertujuan untuk merencanakan dan menjalankan program inovasi Indonesia yang fokus, strategis dan terukur, dengan mengerdepankan reformasi birokrasi melalui budaya kerja transformasi digital,” tutup Hammam.(jpg)