batampos.co.id – Sejak Februari lalu, Pemerintah Indonesia sudah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk beberapa kalangan prioritas.

Namun belakangan ini, muncul informasi dari Badan Koordinasi Kepolisian Global interpol, terkait temuan adanya sindikat distributor vaksin virus corona (Covid-19) palsu global di Tiongkok dan Afrika selatan.

Terkait perkembangan ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyampaikan kekhawatirannya. Sahroni meminta Kepolisian Indonesia untuk segera turun tangan serta melipatgandakan pengawasan terhadap distribusi pengedaran vaksin di Indonesia.


“Adanya isu terkait vaksin palsu yang tersebar di beberapa negara di Asia dan Afrika ini sungguh menghawatirkan. Memang untuk saat ini vaksin palsu tidak ditemukan di Indonesia, akan tetapi, dengan ada informasi tersebut kita perlu waspada,” ujar Sahroni kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

“Saya meminta kepada Polri untuk mengawal penuh, mengawasi jalur distribusi, serta melakukan upaya mitigasi mencegah perederan vaksin palsu ini,” tambahnya.

Politikus Partai Nasdem juga menjelaskan meskipun vaksin palsu belum ditemukan, Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan mendapatkan vaksin palsu tersebut.

“Besarnya penduduk Indonesia yang harus divaksin membuat potensi orang-orang jahat yang ingin memasukan vaksin palsu sangat besar. Banyak permintaan, supplynya juga masih dikit, hingga peluang vaksin palsu juga semakin tinggi,” katanya.

Lebih Lanjut, Sahroni menyebutkan bahwa pengawasan ini penting, demi mengantisipasi jangan sampai munculnya kasus vaksin palsu menurunkan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksinisasi.

“Pemerintah kita sedang berupaya mensosialisasikan pentingnya melakukan vaksin Covid-19. Jangan sampai temuan vaksin palsu ini menimbulkan rasa ketakutan dan ketidakpercayaan masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksin. Karenanya, peredaran vaksin palsu ini perlu betul-betul diantisipasi,” pungkasnya.(jpg)