batampso.co.id – Penyidikan kasus dugaan korupsi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota
Batam terus dikembangkan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Bahkan informasinya, dalam waktu dekat, penyidik Kejari Batam akan menetapkan tersangka dalam dugaan korupsi tersebut.

Sumber Batam Pos di Kejari Batam menyebutkan, sudah ada sekitar 20 orang lebih
saksi yang diperiksa secara maraton. Baik itu dari lingkungan Dishub Batam maupun beberapa pihak lainnya.


”Iya, sudah lebih dari 20 saksi yang diperiksa. Untuk hari ini (kemarin, red) atau besok (hari ini, red), belum ada agenda pemeriksaan,” terang sumber Harian Batam Pos tersebut, kemarin.

Ia menambahkan, dugaan korupsi Dishub ini melibatkan lebih dari empat perusahaan.
Untuk materi kasus, diduga terkait punggutan liar (pungli) perizinan dengan total jumlah
pungli lebih dari Rp 1 miliar.

”Totalnya lebih dari Rp 1 miliar,” tegasnya lagi.

Sekadar diketahui, pasal 12 e UU Tipikor menyebutkan pungli termasuk korupsi. Ancaman hukuman penjaranya cukup lama, minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun.

Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Effendi (kiri), meninggalkan kantor Kejari Batam usai menjalani pemeriksaan oleh tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, selasa (2/3/2021). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Ditegaskannya bahwa dugaan korupsi yang tengah disidik ini bukanlah terkait pengadaan barang dan jasa, sehingga tidak memiliki nilai total kerugian negara. Namun, lebih terkait pemberian izin tapi disertai pungli.

”Bisa jadi pemerasaan, gratifikasi atau lainnya. Jadi, bukan pengadaan barang dan jasa,”
ungkapnya.

Menurut dia, tim penyidik tengah menyinkronkan keterangan para saksi untuk mencari siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus itu.

Tidak menutup kemungkinan juga saksi yang telah diperiksa akan dipanggil ulang untuk dimintai keterangan tambahan.

Termasuk mantan Kepala Dishub Batam sebelumnya, Yusfa Hendri, juga bisa diminta keterangan terkait dugaan korupsi ini.

”Untuk pemeriksaan saksi lagi tergantung hasil penyidikan nanti. Bisa saja saksi yang sudah diperiksa dipanggil lagi atau saksi baru,” imbuhnya.

Disinggung terkait penetapan tersangka, sumber kejaksaan menegaskan, ada kemungkinan besar ditetapkan dalam satu sampai dua minggu ke depan.

Itu pun tergantung dari hasil penyidikan yang dilakukan penyidik.

”Segala kemungkinan pasti ada, tergantung keputusan tim nanti,” tegasnya.

Sementara itu, Kajari Batam, Polin Oktavianus Sitanggang, mengaku belum dapat laporan
detail terkait hasil penyidikan yang dilakukan penyidik pidsus.

Namun ia yakin, tim penyidik bisa bekerja profesional untuk menuntaskan dugaan korupsi ini.

”Untuk penyidikan masih lanjut, saya tak hafal berapa saksi yang diperiksa. Tapi
teman-teman bekerja dengan baik untuk menuntaskan kasus ini,” ujar Polin seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Senin (8/3/2021).

Polin menegaskan, ada saatnya pihaknya membuka informasi terkait dugaan korupsi tersebut. Saat ini ia meminta agar semua pihak, terutama media bisa sabar menunggu hasil penyidikan.

”Nanti ada saatnya. Kalau kami umumkan, takutnya nanti tim terburu-buru, dan
hasilnya tak bisa maksimal. Jadi, biarlah dulu tim penyidik bekerja ya,” ujar Polin.(jpg)