Minggu, 5 April 2026

Infrastruktur Sekolah Wilayah Perbatasan 3T di Anambas

Berita Terkait

batampos.co.id – Meningkatkan pembangunan infrastrutur sekolah di daerah perbatasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) salah satu program prioritas dalam mutu pendidikan baik itu dari pemerintah daerah, provinsi maupun pemerintah pusat.

“Namun hal itu kita sudah upayakan bersama Balitbangpeda, serta koordinasi bersama PNPM Provinsi Kepri. Disamping dari anggaran APBD, kita juga kejar dari APBN, ” ujar Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar Disdikpora Anambas, Haizel, Senin (8/3/2021)

Masih kata dia, pembangunan infrastruktur, digitalisasi serta jaringan internet untuk sekolah di daerah ini sangat mempengaruhi dalam menunjang sistem belajar dan mengajar.

Seperti diketahui wilayah Kepulauan Anambas dipisahkan oleh laut dari pulau ke pulau, bahkan ada beberapa wilayah yang belum memiliki bangunan sekolah.

“Memang masih ada kekurangan seperti gedung sekolah di Anambas, kemudian juga gedung sekolah yang rusak perlu diperbaiki, serta Sekolah Dasar (SD) dan SMP ada juga yang kurang ruang kelas,” jelasnya.

Sebelumnyai, Kepala Seksi  PTK SMP Disdikpora Kepulauan Anambas, Irman, mengatakan dari sejumlah siswa siswi yang putus sekolah yang tinggi menurut jenjang pendidikan yaitu SMP yakni 33 orang di tahun 2019.

Sementara untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) 7 orang siswa siswa yang putus sekolah. Data tersebut diperoleh dari koordinator wilayah (Korwil).

“Kita kan dapat datanya dari Korwil, Korwil ini pun dapat datanya juga dari sekolahan, untuk alasan mengapa mereka putus sekolah kita tidak terlalu mengetahui faktornya,” ujar Kasi PTK SMP Disdikpora, Irman.

Masih kata dia, pemerintah daerah ini setiap tahunnya turut memberikan bantuan seperti pakaian seragam sekolah dan biaya transportasi. Selain itu juga beasiswa penuh berprestasi untuk mahasiswa perguruan tinggi bagi putra putri terbaik di daerah ini.

“Upaya kita kan sudah ada dalam membantu anak-anak yang ingin sekolah, tinggal dari anak dan orang tua itu sendiri bagaimana menyikapinya,” ucapnya.

Lanjut dia lagi mengatakan siswa siswa putus sekolah itu kebanyakan lebih tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan dari sekolah SMP ke jenjang pendidikan SMA.

Menurut Irman, hal itu disebabkan faktor wilayah dan jarak tempuh, karena Kepulauan Anambas dipisahkan oleh laut dari pulau ke pulau.

“Seperti di daerah Kecamatan Siantan yakni, Kiabu dan Mengkait, tidak ada bangunan sekolah SMA, orang tuanya tidak punya biaya untuk menyekolahkan ke luar pulau di Kota Tarempa Anambas, karena jarak tempuhnya cukup jauh,” jelasnya. (fai)

Update