batampos.co.id – Melalui Agenda Nasional, Moya Group merupakan Perusahaan yang dipercaya dan berhasil mengelola 9 lokasi SPAM yang tersebar di Indonesia.

Corporate Communication Moya Indonesia, Astriena Veracia, mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan komitmen pengembangan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya pada sektor Lingkungan Hidup.

“SDGs ini yaitu memastikan masyarakat mencapai akses air bersih dan sanitasi,” jelasnya melalui pernyataan tertulisnya yang diterima batampos.co.id, Selasa (9/3/2021).


Ia menjelaskan, sejalan dengan SDGs tersebut, Moya hadir untuk menjadi mitra terpercaya penyedia layanan air minum dengan pelayanan teknis terpadu yang memberikan solusi berkualitas dan sistem yang terintegrasi untuk memberikan pelayanan air minum terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu Moya Group juga hadir untuk menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan secara benar untuk memberikan pelayanan air minum terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Moya Group kata dia, juga mengaplikasikan teknologi yang modern yang berprinsip kepada pendekatan budaya lokal, dan diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat, beretika dan mengedepankan kejasama kemitraan yang bersahabat dengan lingkungan.

Salah seorang teknisi SPAM Batam sedang melakukan perbaikan. Foto: Instagram SPAM Batam

“Moya telah menjawab tantangan tersebut dengan melakukan aktifitas SPAM yang tersebar tidak hanya lingkup pulau Jawa, namun juga sudah merambah di luar Pulau Jawa dengan mengembangkan 9 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indnesia sekaligus mengoperasikannya,” jelasnya.

Adapun kesembilan SPAM tersebut adalah :
1. Aetra Air Jakarta (AAJ)
2. Aetra Air Tangerang (AAT)
3. MOYA Bekasi Jaya
4. MOYA Tangerang
5. Acuatico Air Indonesia
6. Air Semarang Barat
7. Traya Tirta Cisadane
8. Tirta Kencana Cahaya Mandiri
9. SPAM Batam

“Berbekal pengalaman ini, Moya Group juga mendapat kepercayaan di Batam, maka sejak 15 November 2020 sampai dengan 6 bulan kedepan, Moya Group diamanahkan oleh BP Batam untuk mengelola SPAM Batam dalam masa transisi ini,” tuturnya.

Ia mengatakan, Moya Group optimisme untuk menghandle dan memberikan pelayanan terbaik untuk pengelolaan air bersih bagi seluruh warga Batam.

Pengelolaan SPAM PT Moya di Tangerang. Foto: PT Moya Indonesia untuk batampos.co.id

“Memang bukan persoalan yang mudah, namun komitmen dan kompetensi dari segenap personal terbaik yang dimiliki Moya Group mampu mempersiapkan dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan persiapan menjelang masa transisi proses peralihan, hingga saat ini pihaknya mampu menjalankan operasional SPAM Batam berjalan dengan baik.

Serta terus melakukan penyempurnaan diberbagai kondisi SPAM Batam, khususnya bagi area-area yang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal.

“Key Performance Indikator dalam pengelolaan ini adalah terimplementasinya kualitas, kuantitas dan kontinuitas suplai air bersih. Serta pelayanan kepelangganan dapat terselenggara dengan baik bagi lebih dari 283.000 pelanggan dengan melakukan pengolahan air dari 6 Instalasi Pengolahan Air (IPA) secara maksimal,” paparnya.

IPA di Batam lanjutnya yakni Duriangkang, Muka Kuning, Sungai Ladi, Sungai Harapan, Nongsa dan Tanjung Piayu.

Optimisme ini kata dia, terjawab dengan terus dan terus mengembangkan Teknologi dan sistem yang terintegrasi baik untuk fasilitas operasional maupun layanan kepelangganan. Yaitu meliputi:
1. Pengembangan SCADA system
2. Pengembangan Call Center System dan Layanan Call Center 24 jam SPAM Batam
3. Pengembangan Billing System
4. Pengembangan Finance System
5. Membuka Layanan Eksternal Mitra Pembayaran
6. Mengembangkan Media Sosial Resmi SPAM Batam
7. Membukan Layanan Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) dan Kantor Pusat yang                  dilengkapi dengan sarana pembayaran (kasir)
8. Penambahan kapasitas distribusi air ke pelanggan dari 3,264 liter/detik (angka pada        bulan November 2020) menjadi 3,345 liter/detik (angka pada bulan Maret 2021)
9. Melakukan pengaturan kepada pelanggan yang belum mendapatkan suplai air secara        maksimal dan kontinyu (stressed area)
10. Melakukan pencarian sambungan / pemakaian illegal dan telah menindak sebanyak          233 titik temuan (periode awal masa transisi sampai dengan maret 2021)
11. Melakukan pencarian dan perbaikan kebocoran terhadap potensi kehilangan air agar          suplai air kepada pelanggan lebih maksimal.
12. Melakukan pencatatan meter secara berkala agar mendapatkan angka bacaan meter        dan tagihan yang akurat.(*)