batampos.co.id – Sepekan ke depan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan akan terjadi curah hujan dengan intensitas lebat, di 22 provinsi di Indonesia.
Hujan lebat diprakirakan terjadi dalam durasi singkat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
“Hasil analisis dinamika atmosfer laut dari BMKG menunjukkan bahwa fenomena La Nina masih dapat berlangsung hingga Mei 2021 mendatang dengan intensitas lemah hingga normal, dimana kondisi tersebut masih dapat berkontribusi pada peningkatan massa udara basah dan lembab di sekitar wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).
Guswanto menyampaikan, wilayah Indonesia sebagian besar masih mengalami fenomena monsun Asia, yang berpotensi mengakibatkan aliran massa udara dari wilayah belahan bumi utara (BBU), masih dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat.
“Monsun Asia mulai memasuki periode pelemahan pada akhir Maret 2021 yang mengindikasikan bahwa periode puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia mulai berakhir. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau mulai akhir Maret 2021,” ujar Guswanto.
Guswanto tak memungkiri, dalam sepekan kedepan, dinamika atmosfer diidentifikasi masih dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Hal ini terjadi karena teramatinya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik Timur Filipina dan Samudera Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara, yang dapat mengakibatkan terbentuknya pola konvergensi dan belokan angin.
“Sehingga dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia,” ungkap Guswanto.
Adapun 22 wilayah yang berpotensi memgalami curah hujan dengan intensitas lebat antara lain:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jogjakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua Barat
- Papua
Menurut Guswanto, hal tersebut diperkuat dengan adanya fenomena gelombang rossby ekuatorial yang diprediksikan masih cukup aktif di sekitar wilayah Indonesia bagian barat.
Selain itu kondisi labilitas udara lokal yang signifikan, juga dapat meningkatkan potensi konvektifitas dan pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.(jpg)
